Insiden Kembang Api Warnai Laga Cremonese vs Inter, Emil Audero Soroti Keselamatan Pemain
ED
Editor
M Purnama Alam
Selasa, 3 Februari 2026 | 16:00 WIB
VISI.NEWS|BANDUNG – Laga Serie A antara Cremonese dan Inter Milan di Stadio Giovanni Zini berubah mencekam ketika sebuah kembang api meledak di dekat penjaga gawang Cremonese, Emil Audero. Insiden tersebut kembali menyoroti persoalan keselamatan pemain di tengah atmosfer sepak bola Italia yang kerap diwarnai aksi suporter.
Peristiwa terjadi pada menit ke-49 pertandingan pekan ke-23 Serie A, Senin (02/02/2026) dini hari WIB. Saat itu, Emil Audero berdiri di area penalti Cremonese ketika sebuah kembang api dilempar dari tribun yang ditempati pendukung Inter Milan. Ledakan keras membuat pertandingan terhenti sementara dan memicu kepanikan di dalam stadion.
Tim medis segera memberikan penanganan kepada Audero yang terlihat terguncang. Meski mengalami luka bakar ringan dan nyeri, kiper Timnas Indonesia tersebut memutuskan tetap melanjutkan pertandingan hingga usai. Cremonese akhirnya harus mengakui keunggulan Inter Milan dengan skor 0-2 melalui gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski di babak pertama.
Sehari setelah kejadian, Emil Audero menyampaikan kondisi terkininya melalui video di media sosial resmi klub. Ia menegaskan bahwa dirinya dalam keadaan baik meskipun sempat merasakan dampak cukup mengganggu akibat ledakan tersebut.
“Halo semuanya, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang menghubungi dan menanyakan kondisi saya,” ujar Audero.
“Saya baik-baik saja, meski sempat merasakan nyeri cukup kuat di telinga dan sensasi panas di bagian lutut,” lanjutnya.
Audero juga mengungkapkan bahwa setelah melihat ulang rekaman insiden tersebut, ia menyadari situasinya bisa berakhir jauh lebih buruk. Hal itu membuatnya berharap kejadian serupa tidak lagi terulang di dunia sepak bola.
“Saya sudah bisa berlatih hari ini dan merasa lega, karena setelah melihat rekamannya, kejadian itu sebenarnya bisa jauh lebih buruk,” ucap Audero.
“Sayangnya, hal-hal seperti ini masih saja terjadi. Saya berharap ke depannya bisa benar-benar dihentikan,” tambahnya.
Insiden ini tidak hanya berdampak pada pemain di lapangan, tetapi juga berujung ironis bagi pelaku pelemparan. Laporan menyebutkan oknum suporter tersebut telah teridentifikasi dan mengalami cedera serius pada jarinya akibat ledakan kembang api lain yang meledak di tangannya sendiri.
Peristiwa di Cremona menjadi pengingat bahwa euforia sepak bola tanpa kontrol dapat berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pemain, ofisial, hingga penonton di stadion.@fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!