Inovasi Digital Jabar, Aplikasi ‘Nyari Gawe’ Dilirik Sejumlah Provinsi di Indonesia
VISI.NEWS | KOTA BANDUNG - Inovasi digital aplikasi pencari kerja 'Nyari Gawe' yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat kembali mencuri perhatian luas dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejumlah provinsi, seperti Jawa Tengah, DKI Jakarta, Kalimantan, dan Sumatera, tertarik untuk mengadopsi aplikasi tersebut sebagai sarana mempermudah masyarakat dalam mencari pekerjaan.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menghadiri Peringatan Hari Jadi ke-24 Kota Tasikmalaya, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, Jalan R.E. Martadinata.
"Awalnya aplikasi ini hanya untuk internal Jawa Barat. Tapi sekarang, banyak provinsi lain seperti Jawa Tengah, DKI Jakarta, Kalimantan, dan Sumatera yang meminta akses," ujar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menuturkan pengembangan aplikasi tersebut ke depan akan dilengkapi fitur berbahasa Inggris agar perusahaan asing juga dapat mencari tenaga kerja lokal secara langsung.
"Kalau sudah begitu, kan beres," tambahnya.
Menurut Dedi, hadirnya Nyari Gawe menjadi solusi konkret atas kesulitan masyarakat dalam mencari pekerjaan. Ia menilai, cara konvensional melamar kerja dengan membawa berkas fisik sudah tidak relevan di era digital.
"Gak usah melamar sambil bawa-bawa map sambil dengerin lagu ‘Sarjana Muda’ Iwan Fals, kan sedih. Sekarang di Jawa Barat pakai sistem aplikasi. Kalau sudah diterima kerja, baru urus persyaratan seperti SKCK dan kesehatan," tegasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!