Inilah Cara Bangsa Eropa Mengenal Rempah-rempah Sejak Dulu
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 3 Mei 2025 | 23:35 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Kehadiran bangsa-bangsa Eropa di Indonesia sejak abad ke-15 tidak lepas dari ambisi besar mereka untuk menguasai rempah-rempah, komoditas berharga tinggi yang hanya bisa ditemukan di wilayah tropis seperti Nusantara. Namun, belakangan ini muncul pertanyaan unik dari warganet di media sosial, jika Eropa tak menghasilkan rempah, bagaimana mereka tahu bahan itu ada dan sampai menjelajah jauh ke Asia?
Sejarawan dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Harto Juwono, menjelaskan bahwa bangsa Eropa sebenarnya sudah mengenal rempah-rempah jauh sebelum datang ke Indonesia. Rempah sudah dikenal sejak masa Yunani dan Romawi kuno, bahkan sebelum Masehi.
Harto menyebut, rempah dibawa ke Eropa oleh para pedagang dari Asia dan Timur Tengah melalui jalur perdagangan Laut Tengah. Barang-barang seperti lada, pala, dan kayu manis telah menjadi komoditas mahal, berdampingan dengan emas, kain, dan logam mulia. Kala itu, rempah tak hanya digunakan sebagai bumbu masakan, tetapi juga sebagai obat, terutama untuk melawan hawa dingin.
Lebih lanjut, Harto mengungkapkan bahwa pelabuhan-pelabuhan utama Kekaisaran Romawi sudah disinggahi pedagang dari Jawa sekitar 100 tahun sebelum Masehi.
Meski demikian, pedagang asal China disebut memainkan peran penting sebagai middleman, perantara perdagangan yang mendistribusikan rempah dari wilayah penghasil ke Eropa berkat armada kapal besar mereka. Selain itu, ada pula jalur rempah dari Afrika, seperti Zanzibar, yang diduga menyuplai Eropa lewat pedagang Mesir.
Dengan kata lain, bangsa Eropa tahu soal rempah bukan karena mencium baunya dari jauh, tapi karena mereka sudah berabad-abad mengenalnya melalui rantai perdagangan global. Inilah yang menjadi latar belakang ekspedisi besar Eropa, termasuk kolonialisasi wilayah penghasil rempah seperti Indonesia. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!