Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Inilah Cara Bangsa Eropa Mengenal Rempah-rempah Sejak Dulu

Desi Rossilawati
Sabtu, 3 Mei 2025 | 23:35 WIB
Bagikan
Inilah Cara Bangsa Eropa Mengenal Rempah-rempah Sejak Dulu
VISI.NEWS | BANDUNG - Kehadiran bangsa-bangsa Eropa di Indonesia sejak abad ke-15 tidak lepas dari ambisi besar mereka untuk menguasai rempah-rempah, komoditas berharga tinggi yang hanya bisa ditemukan di wilayah tropis seperti Nusantara. Namun, belakangan ini muncul pertanyaan unik dari warganet di media sosial, jika Eropa tak menghasilkan rempah, bagaimana mereka tahu bahan itu ada dan sampai menjelajah jauh ke Asia? Sejarawan dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Harto Juwono, menjelaskan bahwa bangsa Eropa sebenarnya sudah mengenal rempah-rempah jauh sebelum datang ke Indonesia. Rempah sudah dikenal sejak masa Yunani dan Romawi kuno, bahkan sebelum Masehi. Harto menyebut, rempah dibawa ke Eropa oleh para pedagang dari Asia dan Timur Tengah melalui jalur perdagangan Laut Tengah. Barang-barang seperti lada, pala, dan kayu manis telah menjadi komoditas mahal, berdampingan dengan emas, kain, dan logam mulia. Kala itu, rempah tak hanya digunakan sebagai bumbu masakan, tetapi juga sebagai obat, terutama untuk melawan hawa dingin. Lebih lanjut, Harto mengungkapkan bahwa pelabuhan-pelabuhan utama Kekaisaran Romawi sudah disinggahi pedagang dari Jawa sekitar 100 tahun sebelum Masehi. Meski demikian, pedagang asal China disebut memainkan peran penting sebagai middleman, perantara perdagangan yang mendistribusikan rempah dari wilayah penghasil ke Eropa berkat armada kapal besar mereka. Selain itu, ada pula jalur rempah dari Afrika, seperti Zanzibar, yang diduga menyuplai Eropa lewat pedagang Mesir. Dengan kata lain, bangsa Eropa tahu soal rempah bukan karena mencium baunya dari jauh, tapi karena mereka sudah berabad-abad mengenalnya melalui rantai perdagangan global. Inilah yang menjadi latar belakang ekspedisi besar Eropa, termasuk kolonialisasi wilayah penghasil rempah seperti Indonesia. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.