Ini Penjelasan Lapan Terkait Matahari Terbit Lebih Cepat di Indonesia

ED
Senin, 15 November 2021 | 18:27 WIB
Bagikan
Ini Penjelasan Lapan Terkait Matahari Terbit Lebih Cepat di Indonesia
VISI.NEWS | JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengungkap Matahari akan terbit lebih cepat di sebagian wilayah Indonesia selama pertengahan November. Bahkan, Matahari sudah terbit sebelum pukul 5 pagi. "Mulai 13-18 November mendatang, Matahari akan terbit lebih cepat jika diamati dari Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara," kata Peneliti Pusat Sains dan Antariksa LAPAN, Andi Pangerang, mengutip Suara.com dari situs Edukasi Sains Lapan, Minggu (14/11/2021). Daftar kota-kota di Indonesia yang alami waktu terbit Matahari lebih cepat: 13 November Serang, terbit Matahari pukul 05.28.06 WIB Jakarta, terbit Matahari pukul 05.25.09 WIB Kep. Kangean, terbit Matahari pukul 04.50.09 WIB Bandung, terbit Matahari pukul 05.21.10 WIB Semarang, terbit Matahari pukul 05.09.49 WIB Surakarta, terbit Matahari pukul 05.07.27 WIB Surabaya, terbit Matahari pukul 05.00.09 WIB Sumenep, terbit Matahari pukul 04.56.03 WIB 15 November Buleleng, terbit Matahari pukul 05.49.26 WITA Pangandaran, terbit Matahari pukul 05.15.51 WIB Yogyakarta, terbit Matahari pukul 05.08.57 WIB Malang, terbit Matahari pukul 04.59.28 WIB Banyuwangi, terbit Matahari pukul 04.52.23 WIB 16 November Denpasar, terbit Matahari pukul 05.48.22 WITA Mataram, terbit Matahari pukul 05.44.52 WITA Sumbawabesar, terbit Matahari pukul 05.39.47 WITA Labuan Bajo, terbit Matahari pukul 05.29.43 WITA Ende, terbit Matahari pukul 05.22.19 WITA Kalabahi (Alor), terbit Matahari pukul 05.11.36 WITA 17 November Waingapu, terbit Matahari pukul 05.26.46 WITA 18 November Rote Ndao, terbit Matahari pukul 05.14.02 WITA Kupang, terbit Matahari pukul 05.12.39 WITA Tak hanya wilayah di atas, fenomena Matahari terbit lebih awal juga terjadi di Provinsi Maluku dan Papua. Adapun kota-kota itu mencakup Saumlaki (Kab.Kep. Tanimbar, 15 November pukul 05.44.47 WIT), Kaiwatu (Kab. Maluku Barat Daya, 15 November pukul 05.58.32 WIT). Kemudian, Dobo (Kab. Kepulauan Aru, 13 November pukul 05.36.02 WIT), Tanah Merah (Kab. Boven Digoel, 13 November pukul 05.11.15 WIT), dan Merauke (16 November pukul 05.07.51 WIT) Penjelasan Lapan Menurut Andi, fenomena ini dapat terjadi setiap tahun dengan waktu terbit Matahari dan tanggal yang kurang lebih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. "Sobat tidak perlu panik menyikapi hal ini dikarenakan fenomena ini adalah fenomena alami yang memang lazim terjadi setiap tahunnya," tambah Andi. Andi menjelaskan, Bumi berotasi terhadap sumbunya dengan kemiringan 66,6 terhadap bidang edar atau ekliptika. Secara bersamaan, Bumi juga mengelilingi Matahari dengan sumbu rotasi yang miring tersebut. Miringnya sumbu rotasi Bumi saat mengelilingi Matahari dapat menyebabkan waktu terbit dan terbenamnya Matahari akan bervariasi selama satu tahun, baik itu lebih cepat maupun lebih lambat. Saat sumbu rotasi di belahan utara Bumi dan kutub utara Bumi miring ke arah Matahari, maka Matahari akan terbit lebih cepat dan terbenam lebih lambat di belahan utara Bumi. Hal ini terjadi saat solstis Juni, yakni ketika Matahari berada paling Utara saat tengah hari yang terjadi setiap 20/21 Juni setiap tahunnya. Sementara itu, sumbu rotasi di belahan selatan Bumi dan kutub selatan Bumi miring menjauhi Matahari sehingga Matahari akan terbit lebih lambat dan terbenam lebih cepat di belahan selatan Bumi. Hal ini terjadi saat solstis Desember, yakni ketika Matahari berada paling Selatan saat tengah hari yang terjadi setiap 21/22 Desember setiap tahunnya. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.