Ini Penjelasan Ahli Gizi UNAIR  Soal Keracunan Massal Olahan Daging Kurban di Surabaya

ED
Minggu, 2 Juli 2023 | 10:21 WIB
Bagikan
Ini Penjelasan Ahli Gizi UNAIR  Soal Keracunan Massal Olahan Daging Kurban di Surabaya

"Mungkin biasanya kambing dipotong dibiarkan dulu, karena kecil-kecil itu otomatis lebih lama. Pembagiannya dibarengin dengan daging sapi"ucapnya.

Lebih lanjut Annis menerangkan, jika ada tanda-tanda bau harus ditangani dengan merebus di suhu 80 derajat dan pencucian yang tepat.

"Tapi kalau busuknya tajam lebih baik tidak dikonsumsi. Cuci bersih beberapa kali lalu dipanaskan dengan waktu cukup. Kalau kondisinya tidak parah bisa,"tuturnya.

Ia menambahkan, seharusnya daging sapi dan kambing lebih baik jangan dicampur. Menurutnya, daging sapi lebih awet dibandingkan kambing.

"Karena sapi lebih keset jadi mikroba tidak cepat berkembang. Kalau kambing lebih lembek, jadi kalau buat sate lebih mudah," jelasnya.

Annis menyebutkan, jika daging bagus dicampur dengan daging rusak, akan menyebar dan membuat daging bagus cepat rusak pula.

"Kalai dicampur bisa keracunan, karena mikroba yang hidup di protein bisa menyebar," pungkasnya.

@redho

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.