“Ini Menakutkan” Ketika Dubai, Kota Gemerlap Penerbangan Global, Terguncang Serangan Rudal Iran
Di tengah situasi tersebut, kehidupan warga berjalan dalam ritme yang berbeda. Satya Jaganathan, 35 tahun, terpaksa membatalkan rencana mendaki pada akhir pekan. Ia dan keluarganya memilih berlindung di apartemen, terutama karena saudara perempuannya tinggal dekat pelabuhan Pelabuhan Jebel Ali, lokasi yang dilaporkan mengalami kebakaran di dermaga akibat puing intersepsi udara.
“Ini masih relatif tenang karena hanya ada suara keras setiap beberapa jam, tetapi menakutkan karena ini bukan Dubai yang biasa kita kenal,” katanya.
Ia menambahkan, pengalaman 24 jam terakhir memberinya perspektif baru tentang bagaimana rasanya hidup di wilayah konflik.
Dampak serangan juga terasa kuat di bandara. Judy Trotter, wisatawan asal Inggris, seharusnya kembali ke London pada Sabtu, tetapi diberi tahu bahwa semua penerbangan dibatalkan begitu ia tiba di bandara.
“Saya bertemu orang-orang yang sangat kesal dengan rencana perjalanan mereka. Ada yang mengatakan mereka melewatkan pemakaman,” ujarnya.
Ia termasuk di antara sekitar 1.000 penumpang yang dipindahkan ke hotel dan diminta menjauh dari jendela.
“Ada banyak kaca di hotel yang mengkhawatirkan,” katanya. “Kami mendengar beberapa rudal sepanjang hari.”
Wisatawan lain, Kate Fischer dari Buckinghamshire, menggambarkan malam yang penuh kecemasan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!