Ingin Bangun Madrasah Negeri, Filipina Berguru ke Madrasah dan Pesantren di Indonesia
Di hadapan delegasi asal Filipina, Kang Dhani juga menjelaskan bahwa madrasah di Indonesia pada dasarnya adalah sekolah pada umumnya. Namun, yang membedakan adalah satu, tambahan pelajaran agama.
“Bedanya satu, kami menambahkan pelajaran agama sebagai inti penyelenggaraan madrasah sehingga kami tidak mengubah, tapi menambah,” tukas alumnus ITB Bandung ini.
Dirjen Madaris Bangsamoro Filipina mengungkapkan bahwa, alasan mereka berguru ke Indonesia ini karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim yang terbesar di dunia.
“Selain itu, kami bisa menginterpretasikan kata 'moderasi' dengan Indonesia,” tukas Tahir.
Selanjutnya, Tahir mengungkapkan bahwa lulusan madrasah yang ada di Bangsamoro saat ini masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Oleh penyedia, lanjutnya lagi, bahwa lapangan kerja untuk lulusan Madaris alias Madrasah dari Bangsamoro ia akui masih kesulitan untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan sekolah umum.
“Kita ingin belajar, bagaimana lulusan pesantren dan madrasah dapat berkancah di dunia kerja layaknya lulusan sekolah umum,” jelasnya Tahir G Nalg.
Rombongan yang tergabung dalam MBHTE BARMM berkunjung ke 4 lembaga Pendidikan sejak Senin awal pekan ini, Selanjutnya mereka berkunjung ke Madrasah Istiqlal di Kompleks Masjid Istiqlal Jakarta. Dalam kunjunga tersebut didampingi oleh konsultan pendidikan, Bahrul Hayat, Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi KSKK Madrasah, Suwardi, Kasubdit Kelembagaan KSKK Madrasah, Papay Supriatna.
Dalam kunjunga ke beberapa lembaga Pendisika Islam, baik madrasah hinga pesantren, Dirjen Madarasai Bangsamoro ini mengakui bahwa timnya sangat terkesan dan banyak belajar dari kunjungan-kunjungan yang telah mereka lakukan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!