Inggris Libas Prancis 6-4, Tutup Piala Dunia dengan Rekor Bersejarah

ED
PN
Minggu, 19 Juli 2026 | 06:21 WIB
Bagikan
Inggris Libas Prancis 6-4, Tutup Piala Dunia dengan Rekor Bersejarah

VISI.NEWS - Inggris menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 6-4 atas Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga. Tim asuhan Thomas Tuchel tampil luar biasa sejak awal pertandingan dan mencatatkan pencapaian terbaik Inggris di ajang Piala Dunia dalam 60 tahun terakhir.

Bermain dengan permainan menyerang yang agresif, Inggris langsung menguasai jalannya laga dan membuat Prancis kesulitan mengembangkan permainan. Tim Tiga Singa bahkan unggul empat gol tanpa balas pada babak pertama, sebelum akhirnya harus bekerja keras mempertahankan keunggulan setelah kebangkitan luar biasa dari Les Bleus di paruh kedua pertandingan.

Declan Rice membuka keunggulan Inggris pada menit ketiga setelah melakukan penetrasi dari lini tengah sebelum melepaskan tembakan melengkung yang gagal dihentikan kiper Mike Maignan. Keunggulan kemudian bertambah lewat sundulan Ezri Konsa pada menit ke-18.

Bukayo Saka menjadi bintang pada babak pertama. Winger Arsenal itu mencetak dua gol masing-masing pada menit ke-37 dan masa tambahan waktu babak pertama (45+1), membuat Inggris menutup 45 menit pertama dengan keunggulan telak 4-0.

Empat gol yang bersarang di gawang Prancis pada babak pertama menjadi catatan buruk dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, Prancis kebobolan empat gol hanya dalam satu babak. Sepanjang sejarah pertandingan resmi mereka, kejadian serupa juga baru terjadi satu kali.

Memasuki babak kedua, Prancis menunjukkan semangat juang tinggi dan berusaha bangkit dari keterpurukan. Kylian Mbappé memperkecil ketertinggalan pada menit ke-48 sebelum Bradley Barcola kembali membobol gawang Inggris enam menit kemudian.

Mbappé kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-66 sehingga skor berubah menjadi 4-3 dan pertandingan kembali berlangsung sengit. Dua gol tersebut sekaligus mengantarkan Mbappé menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 22 gol, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Lionel Messi.

Ketika tekanan Prancis semakin meningkat, Inggris memperoleh hadiah penalti pada menit ke-87. Bukayo Saka yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna dan mencetak gol ketiganya dalam pertandingan atau hattrick, sekaligus membawa Inggris unggul 5-3.

Prancis belum menyerah. Ousmane Dembélé memperkecil ketertinggalan menjadi 5-4 pada masa tambahan waktu tepatnya menit ke-90+6, membuat pertandingan kembali menegangkan.

Namun hanya berselang dua menit, Jude Bellingham yang masuk dari bangku cadangan memastikan kemenangan Inggris melalui gol pada menit ke-90+8. Gol tersebut mengakhiri pertandingan dengan skor 6-4 untuk kemenangan Inggris.

Meski meraih kemenangan besar, pertandingan kembali memunculkan sorotan terhadap pertahanan Inggris. Setelah pada semifinal sempat kehilangan kendali meski unggul atas Argentina, kali ini tim asuhan Thomas Tuchel hampir menyia-nyiakan keunggulan empat gol yang telah mereka bangun pada babak pertama.

Tuchel sebelumnya mengakui bahwa pertandingan perebutan tempat ketiga merupakan laga yang "tidak ada tim yang benar-benar ingin memainkannya". Namun anak asuhnya tetap menunjukkan motivasi tinggi sejak peluit awal dibunyikan.

Menariknya, Tuchel melakukan rotasi dengan mencadangkan dua pemain bintang, Harry Kane dan Jude Bellingham. Meski demikian, Inggris tetap mampu mengendalikan tempo permainan sejak awal melalui dominasi lini tengah yang dipimpin Declan Rice.

Di kubu Prancis, kekalahan tersebut menjadi penutup yang pahit bagi Didier Deschamps. Pelatih yang membawa Prancis menjadi juara dunia pada 2018 itu dipastikan mengakhiri masa baktinya setelah turnamen ini.

Sebelum pertandingan berlangsung, Deschamps mengaku emosional karena harus berpisah dengan tim nasional yang telah ia tangani selama 14 tahun.

"Saya akan merindukan tim nasional Prancis. Saya memiliki kehormatan mengalami banyak momen luar biasa, tetapi juga masa-masa sulit bersama tim ini," ujar Deschamps.

Pelatih berusia 57 tahun itu sebelumnya membawa Prancis ke final Piala Dunia 2022 sebelum kalah dari Argentina. Pada Piala Dunia 2026, Les Bleus datang sebagai salah satu favorit juara, namun langkah mereka terhenti di semifinal setelah dikalahkan Spanyol.

Meski gagal membawa pulang medali perunggu, Deschamps menegaskan para pemainnya tetap memiliki tanggung jawab untuk tampil maksimal.

"Jika Anda bermain untuk Prancis, Anda memiliki kewajiban. Kami akan melakukan segalanya agar pertandingan ini berjalan dengan baik," katanya sebelum laga.

Sementara itu, beredar luas bahwa legenda Prancis Zinedine Zidane menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan Deschamps sebagai pelatih tim nasional setelah berakhirnya Piala Dunia 2026.

Kemenangan 6-4 atas Prancis menjadi penutup manis bagi Inggris di turnamen ini sekaligus memberikan optimisme baru di bawah kepemimpinan Thomas Tuchel. Meski masih menyisakan pekerjaan rumah di sektor pertahanan, performa tajam lini serang menunjukkan bahwa Inggris tetap menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.