Inggris Bidik Akar Kekerasan terhadap Perempuan Lewat Pendidikan Anak Laki-laki

ED
Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:04 WIB
Bagikan
Inggris Bidik Akar Kekerasan terhadap Perempuan Lewat Pendidikan Anak Laki-laki

Namun, tidak semua pihak sepakat dengan pendekatan ini. Komisioner urusan kekerasan domestik untuk Inggris dan Wales, Dame Nicole Jacobs, menilai komitmen pemerintah “belum cukup jauh” dan mengatakan investasi dana yang disiapkan masih jauh dari memadai. Sementara itu, pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch mengkritik kebijakan ini sebagai “gimmick yang konyol” dan meminta pendekatan yang berbeda.

Pendidik juga memberikan pandangan kritis.

Kepala sekolah Beacon Hill Academy di Dudley, Sukhjot Dhami, menyoroti tantangan dalam pelaksanaan strategi tersebut: “Tantangannya bukan memulai dari nol, tapi memastikan dana £20 juta ini digunakan dengan bijak dan bekerja sama dengan sekolah yang sudah lebih dulu bergerak.”

Serikat kepala sekolah juga mengingatkan bahwa sekolah hanyalah bagian dari solusi dan peran keluarga, komunitas, serta platform digital sangat penting dalam membentuk sikap anak.

Pemerintah juga menyoroti pengaruh media sosial dalam menyebarkan pandangan yang merendahkan perempuan, termasuk figur publik yang mendapatkan dukungan dari sebagian remaja. Karena itu, rencana pelarangan teknologi AI generatif yang digunakan untuk menghasilkan gambar telanjang palsu tanpa izin dan kerja sama dengan perusahaan teknologi untuk memblokir konten eksplisit bagi anak-anak juga menjadi bagian dari strategi ini.

Pendekatan lain yang diusulkan adalah keterlibatan penyintas kekerasan dalam pendidikan anak. Nicola Mclafferty, penyintas kekerasan domestik, mendorong agar penyintas laki-laki dan perempuan berbagi pengalaman mereka langsung kepada anak-anak. Menurutnya, pengalaman nyata bisa membantu anak memahami dampak kekerasan lebih dalam daripada teori di kelas.

Strategi ini akan diperkuat lewat panduan pendidikan terbaru yang akan mulai berlaku pada September mendatang, yang menegaskan bahwa siswa harus mampu mengenali hubungan tidak sehat dan sikap yang merendahkan perempuan. Pemerintah berharap bahwa dengan perubahan di lingkungan pendidikan dan digital, sikap menghormati perempuan akan menjadi nilai yang tertanam sejak dini. @kanaya

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.