Inflasi RI 1,55 Persen, Prabowo dan Sri Mulyani Kompak Beri Pujian
Sri Mulyani menyebut inflasi perlu dijaga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Upaya menjaga momentum pertumbuhan dilakukan dengan menjaga stabilitas harga dengan menjaga inflasi yang terus rendah. Inflasi di bulan November 2024 adalah sebesar 1,55 persen, year on year, termasuk terendah di dunia," ungkap Sri Mulyani.
Selain itu, menurutnya neraca perdagangan Indonesia mencapai surplus 54 bulan berturut-turut.
Sri Mulyani menambahkan, dengan capaian perekonomian yang relatif baik dan stabil hingga 2024 ini, akan menjadi dasar akselerasi target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan lebih tinggi di tahun 2025.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung inflasi Indonesia yang saat ini berada di bawah angka 3 persen. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan prestasi tetapi tetap harus diwaspadai.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pengantar pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan para Pj kepala daerah di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (9/12/2024).
"Secara keseluruhan sebetulnya inflasi kita yang dalam kondisi sekarang saya kira sudah cukup bersyukur kita. Di bawah 3 persen inflasi," ujar Prabowo.
"Saya kira sudah sesuatu yang prestasi. Dan saya katakan di sini, kita harus waspada. Karena kalau kita tidak kompak, tidak rukun, nah itulah yang dikehendaki pihak lain. Indonesia terlalu kuat, Indonesia terlalu kaya, Indonesia terlalu besar. Selalu ingin dirusak," jelasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!