Indonesia Miliki Sorgum, Tanaman Alternatif Pengganti Bahan Bakar Minyak

ED
Kamis, 24 Oktober 2024 | 21:15 WIB
Bagikan
Indonesia Miliki Sorgum, Tanaman Alternatif Pengganti Bahan Bakar Minyak
VISI.NEWS | JAKARTA - Indonesia memiliki tanaman 'ajaib' bernama sorgum, yang dapat berfungsi sebagai pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM). Saat ini, PT Pertamina (Persero) sedang mempercepat pemanfaatan sorgum sebagai bahan dasar untuk produksi bioetanol yang akan dicampurkan ke dalam bahan bakar minyak jenis bensin. Sorgum dianggap memiliki potensi besar untuk mendukung Indonesia dalam mencapai ketahanan pangan dan energi. Oki Muraza, Senior Vice President (SVP) Teknologi Inovasi PT Pertamina, mengungkapkan bahwa penggunaan tebu sebagai bahan baku bioetanol sering kali berkonflik dengan kebutuhan pangan, terutama dalam produksi gula, sehingga dapat menimbulkan persaingan antara sektor energi dan pangan. Namun, sorgum tidak mengalami masalah tersebut. Dengan kemampuan multifungsi, sorgum dapat diolah menjadi tepung atau beras sorgum sebagai alternatif gandum, sedangkan batangnya dapat dimanfaatkan untuk memproduksi bioetanol. "Bisa paralel. Jadi untuk kasus budidaya sorgum ini tidak ada konflik antara food or energy. Jadi food-nya diperkuat, mengurangi impor gandum dan batangnya ini mengurangi impor BBM," kata Oki, Selasa (22/10/2024). Saat ini, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana meningkatkan kapasitas produksi sorgum di tingkat nasional. Untuk mengatasi hal ini, Pertamina sedang berusaha untuk mengembangkan budidaya tanaman sorgum. Oki menyampaikan bahwa proyek percontohan budidaya sorgum kini tengah dilakukan oleh Pertamina di Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka memanfaatkan data geospasial untuk mengidentifikasi lahan yang sesuai untuk budidaya sorgum. "Jadi kita lihat sekarang geospasial berapa sih tersedia lahannya. Kemudian kita lihat lagi berapa yang bisa diperuntukkan untuk pertanian dan kita lihat juga kecocokan tanah dengan tanaman, dengan sorgum. Harapannya nanti produksi di pilot ini kita bisa orkestra kan seperti tadi. Bulirnya menjadi pangan, di-off-take oleh petani dan juga bisa didistribusikan, juga bisa diekspor untuk mengurangi impor gandum tadi dan kemudian batangnya menjadi bioetanol," ucap Oki. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.