Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

India-Pakistan Kembali Memanas Usai Sepakat Damai Akhir Pekan

Desi Rossilawati
Senin, 12 Mei 2025 | 22:30 WIB
Bagikan
India-Pakistan Kembali Memanas Usai Sepakat Damai Akhir Pekan
VISI.NEWS | PAKISTAN - Ketegangan kembali membayangi hubungan India dan Pakistan hanya sehari setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada Sabtu (10/5/2025). Pihak militer Pakistan menegaskan tidak ada pelanggaran terhadap perjanjian gencatan yang dilakukan pasukannya. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh juru bicara militer Pakistan dalam konferensi pers di Islamabad pada Minggu (11/5/2025). "Tentara atau angkatan bersenjata Pakistan tidak melakukan pelanggaran apa pun terhadap gencatan senjata," tegas sang juru bicara, seperti dikutip dari Reuters. Namun, India melaporkan bahwa pasukan Pakistan melakukan pelanggaran dan mengirimkan pesan resmi melalui saluran hotline militer. Direktur Jenderal Operasi Militer India, Letnan Jenderal Rajiv Ghai, menyebut Pakistan memanfaatkan kesepakatan damai untuk melancarkan serangan lanjutan. "Angkatan bersenjata (India) berada dalam siaga yang sangat, sangat tinggi (kemarin) dan terus berada dalam kondisi itu," ujar Ghai. Gencatan senjata yang baru dicapai tersebut seharusnya menjadi awal dari dialog damai yang lebih luas, seperti disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Ia mengatakan kedua pihak telah menyetujui untuk membuka perundingan di lokasi netral membahas isu-isu utama yang memicu konflik. Sebelum gencatan disepakati, konflik memuncak setelah India meluncurkan puluhan rudal balistik ke wilayah Pakistan sebagai respons atas serangan kelompok bersenjata terhadap wisatawan di Kashmir, yang menewaskan 26 orang. India menuduh Pakistan mendalangi serangan itu, tuduhan yang langsung dibantah oleh Islamabad. Sebagai balasan, Pakistan mengklaim telah menembak jatuh lima jet tempur India, memicu eskalasi yang menegangkan kawasan perbatasan. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.