IKEA Hadirkan Sentuhan Swedia di Pameran Tyra Kleen

ED
PN
Jumat, 11 September 2026 | 08:08 WIB
Bagikan
IKEA Hadirkan Sentuhan Swedia di Pameran Tyra Kleen

Area Booth IKEA Indonesia dalam pameran Tyra Kleen, A Swedish Artist Celebrating Indonesian Culture: A Journey Through Java & Bali 1919–1921 di UP at Thamrin Nine, Jakarta. /visi.news/ist

Menurutnya, pameran tersebut menjadi ruang yang mempertemukan dua perspektif budaya dalam sebuah pengalaman yang saling melengkapi. Kisah perjalanan Tyra Kleen di Jawa dan Bali menjadi titik temu antara seni, sejarah, budaya, dan desain yang kemudian diterjemahkan ke dalam pengalaman ruang.

Kehadiran IKEA Indonesia berangkat dari gagasan bahwa dua budaya dapat bertemu tanpa harus kehilangan identitas masing-masing. Perspektif desain Swedia dapat ditempatkan berdampingan dengan berbagai elemen yang dekat dengan kehidupan dan budaya Indonesia sehingga menciptakan suasana ruang yang memiliki karakter berbeda namun tetap harmonis.

Country Home Furnishing & Retail Design IKEA Indonesia Ardan Hanafi mengatakan desain tidak dapat dipisahkan dari tempat, manusia, dan kehidupan yang berkembang di sekitarnya.

“Desain selalu tumbuh dari tempat, orang, dan kehidupan di sekitarnya. Ketika kita melihat karya, material, dan cara hidup dari perspektif yang berbeda, muncul kemungkinan baru untuk memahami bagaimana sebuah ruang dapat digunakan dan dirasakan. Bagi kami, pameran ini menjadi kesempatan untuk melihat desain bukan hanya sebagai bentuk, tetapi juga sebagai bagian dari percakapan tentang budaya dan kehidupan,” kata Ardan.

Kurasi produk yang ditampilkan IKEA Indonesia memperlihatkan bagaimana pendekatan desain dapat dipadukan dengan berbagai material dan elemen yang memiliki kedekatan dengan konteks Indonesia. Kayu, rotan, kaca, dan tekstil menjadi bagian dari komposisi yang ditempatkan bersama elemen pameran.

Penggunaan material dan bentuk tersebut menciptakan pertemuan visual antara karakter desain Swedia dengan elemen khas Indonesia. Tikar dan penggunaan material rotan, misalnya, membawa nuansa yang dekat dengan tradisi dan kehidupan masyarakat Indonesia, sementara bentuk dan pendekatan desain produk IKEA menghadirkan perspektif Skandinavia.

Perpaduan tersebut tidak dimaksudkan untuk menghilangkan perbedaan kedua budaya, tetapi justru memperlihatkan bagaimana karakter yang berbeda dapat hadir secara berdampingan. Ruang pameran menjadi medium untuk menunjukkan bahwa desain dapat menjadi bahasa yang menghubungkan manusia dari latar budaya yang berbeda.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.