Ijeck Dorong Penanganan Bencana Jangka Panjang lewat Kurikulum Tanggap Bencana Sejak Dini
“Tanggap bencana ini tidak bisa seperti sekarang. Tidak hanya Basarnas. Kalau bisa dijadikan kurikulum dari mulai TK, SD, SMP, SMA. Ini harus dibiasakan dari kecil,” jelasnya.
Sebagai perbandingan, Ijeck mencontohkan Jepang, di mana anak-anak sudah dibekali pengetahuan tanggap bencana sejak dini sehingga mampu meminimalkan korban jiwa saat bencana terjadi.
Terkait proses bantuan dan relokasi korban bencana, khususnya di Aceh, Ijeck memastikan bahwa seluruh tahapan tetap berjalan meski menghadapi kendala di lapangan, seperti kondisi tanah berlumpur dan keterbatasan lahan.
“Sekarang ini prosesnya tetap berjalan. Memang tidak mudah, apalagi di Aceh yang masih lumpur dan harus relokasi. Tapi progres tetap ada dan terus berjalan,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa kondisi secara umum mulai membaik, meski pemulihan belum sepenuhnya selesai.
Ijeck juga mengingatkan agar pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan ke depan harus memiliki ketahanan lebih baik terhadap potensi bencana.
“Yang terpenting jalan-jalan dan jembatan. Ini harus dipersiapkan supaya jangan sampai tidak kuat kalau bencana terjadi lagi,” tutupnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!