IIBF 2022, Menyongsong Kebangkitan Perbukuan Nasional dengan Optimisme
VISI.NEWS | JAKARTA - Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) didukung Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia akan menggelar acara Indonesia International Book Fair (IIBF) ke-42 kalinya tahun ini. Acara ini akan diselenggarakan pada Rabu hingga Minggu (9-13/11/2022) secara hibrida di Hall B Jakarta Convention Center dan secara daring di lokapasar Shopee.
IIBF 2022 diikuti 134 peserta dari dalam dan luar negeri dengan target jumlah pengunjung 25.000 orang. Pameran di Hall B JCC dan di lokapasar Shopee akan dimulai di waktu yang bersamaan dan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar akan membuka secara resmi pameran ini dalam opening ceremony yang diselenggarakan pada Rabu pagi.
Acara opening ceremony ini juga akan dihadiri Presiden Bodour Al Qasimi, dan Wakil Presiden Karine Pansa, dari International Publishers Association (IPA) yang bermarkas di Geneva, Swiss. IPA adalah organisasi nirlaba yang beranggotakan asosiasiasosiasi penerbit dari seluruh dunia, saat ini beranggotakan 86 organisasi dari 73 negara.
IIBF kali ini akan dilaksanakan bersamaan dengan International Publishers Congress ke-33 yang merupakan agenda rutin IPA setiap dua tahun dan dihadiri para insan dan tokoh perbukuan dari seluruh dunia. Ikapi telah menjadi anggota IPA sejak tahun 1973. Pada kongres ini, Ikapi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadi tuan rumah. Event ini akan diselenggarakan selama 3 hari pada 10-12 November 2022 di Fairmont Hotel, Jakarta.
Salah satu hal yang membuat IIBF ke-42 pada tahun ini istimewa adalah situasi pandemi yang mulai membalik dan sudah tidak ada pembatasan aktivitas sehingga masyarakat lebih leluasa pergi ke tempat kerja, destinasi wisata, pasar, mal, konser, dan pameran.
Situasi ini mendorong kita semua untuk menyongsong IIBF baru dengan optimisme. Meskipun masih banyak tantangan yang dihadapi oleh penerbit dan pelaku industri perbukuan, Ikapi berharap IIBF 2022 dapat menjadi salah satu upaya bagi industri penerbitan di Indonesia supaya dapat bangkit, lebih kreatif, dan bergerak maju.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!