IHSG Turun 0,04 Persen, Sektor Teknologi dan Industri Masih Perkasa
VISI.NEWS | JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada awal perdagangan Senin (10/11/2025). Setelah sempat bergerak di zona hijau pada awal sesi, laju indeks berbalik melemah.
Mengutip data RTI, IHSG ditutup turun tipis 3,35 poin atau 0,04 persen ke level 8.391,24. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 8.478,14 dan terendah di 8.391,24.
Sebanyak 371 saham menguat, 282 saham melemah, dan 157 lainnya stagnan. Total volume perdagangan mencapai 44,79 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 20,91 triliun. Adapun kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 15.345,61 triliun.
Dari 11 indeks sektoral BEI, hanya sektor kesehatan yang melemah. Sementara sepuluh sektor lainnya ditutup menguat.
Sektor teknologi memimpin penguatan dengan lonjakan 3,87 persen, diikuti perindustrian naik 3,00 persen, serta properti dan real estat menguat 2,55 persen.
Sektor lain yang juga mencatat kenaikan yakni infrastruktur 1,29 persen, barang baku 1,19 persen, transportasi dan logistik 1,19 persen, barang konsumer non-primer 0,65 persen, dan energi 0,27 persen.
Sementara itu, dari indeks LQ45, saham-saham berkapitalisasi besar menunjukkan pergerakan beragam. Top losers antara lain, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang anjlok 12,00 persen ke Rp 88.000 per saham, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun 4,17 persen ke Rp 2.760 per saham, dan PT Indosat Tbk (ISAT) melemah 3,72 persen ke Rp 2.070 per saham.
Sebaliknya, saham-saham dengan penguatan tertinggi di indeks LQ45 atau top gainers diantaranya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang melonjak 9,84 persen ke Rp 67 per saham, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 6,38 persen ke Rp 150 per saham, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 6,20 persen ke Rp 685 per saham. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!