IHSG Menguat 1,93 Persen Dipicu Pernyataan Trump Akhiri Konflik
“Penurunan tersebut tidak terlepas dari ketidakpastian akibat konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, serta kenaikan harga bahan baku,” ujar Nico.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan posisi neraca perdagangan bulan Februari membukukan surplus sebesar 1,28 miliar dolar AS, yang memiliki sisi positif menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 5,57 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor barang baku yang naik masing-masing sebesar 5,01 persen dan 3,59 persen
Sedangkan satu sektor melemah yaitu sektor kesehatan yang turun sebesar 0,14 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu CHEM, ALKA, YPAS, KOCI dan BULL. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DATA, NZIA, WEHA, TALF dan ATAP.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.014.275 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,54 miliar lembar saham senilai Rp16,47 triliun. Sebanyak 475 saham naik, 209 saham menurun, dan 135 tidak bergerak nilainya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!