IHSG Anjlok 133 Poin, Investor Perlu Waspada Gejolak Pasar

Desi Rossilawati
Jumat, 13 Maret 2026 | 12:11 WIB
Bagikan
IHSG Anjlok 133 Poin, Investor Perlu Waspada Gejolak Pasar

“Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati karena konflik di jalur distribusi minyak strategis dunia berpotensi mendorong inflasi global kembali meningkat dan memperlambat ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral utama,” paparnya.

Jika inflasi global meningkat, ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral utama bisa tertunda, memicu volatilitas di pasar keuangan global.

Aliran Dana Asing Masih Menopang IHSG

Meski tekanan eksternal cukup kuat, IHSG dinilai masih relatif terjaga berkat aliran dana asing yang kembali mencatatkan net buy sekitar Rp905 miliar. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor global masih melihat valuasi pasar saham Indonesia menarik, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar yang fundamentalnya solid.

Selain itu, posisi rupiah di pasar spot berada di kisaran Rp16.885 per dollar AS, memberikan sedikit penopang terhadap sentimen pasar modal Tanah Air, meski volatilitas global tetap tinggi.

Prospek Perdagangan IHSG ke Depan

Hendra Wardana menilai IHSG masih berpeluang rebound jika konflik geopolitik mereda dan harga minyak dunia stabil. Investor disarankan tetap waspada terhadap potensi volatilitas dan menyesuaikan strategi investasi dengan kondisi pasar.

Beberapa sektor saham yang cenderung lebih stabil, seperti sektor infrastruktur dan keuangan, menjadi pilihan aman bagi investor di tengah ketidakpastian global. Selain itu, saham-saham yang fundamentalnya kuat diprediksi masih akan menjadi magnet aliran dana asing ke pasar domestik.

“Investor sebaiknya tetap memperhatikan posisi support dan resistance IHSG, sambil memonitor perkembangan global, terutama terkait konflik Timur Tengah dan harga minyak dunia,” tambah Hendra.

Pergerakan IHSG pada Jumat (13/3/2026) menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih dipengaruhi faktor eksternal, terutama geopolitik dan harga komoditas energi. Investor disarankan tetap berhati-hati namun tetap optimistis melihat peluang rebound yang terbuka seiring stabilisasi harga minyak dan masuknya aliran dana asing.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.