Idul Adha Tanpa Sampah Plastik, Kepala DLH Asep Kusumah: Pembagian Daging Qurban Bisa Gunakan Besek, Bongsang dan Daun Pisang
Untuk itu, imbuh Asep, sesuai instruksi Bupati Bandung, tiap rumah dalam penanganan sampah organik menggunakan dua lubang biopori atau dua lubang cerdas organik (LCO).
"Itu minimal, tiap rumah memiliki dua lubang. Sampah dapur bisa langsung ditangani di lubang biopori atau LCO dan itu akan diurai oleh mikro organisme yang ada di dalam tanah," ucapnya.
Untuk sampah anorganiknya, kata Asep, silahkan bergabung dengan bank sampah, karena di Kabupaten Bandung ada 11 industri daur ulang sampah yang cukup besar.
"Mereka selama ini mampu mengolah sampah anorganik, yang memiliki nilai ekonomis menjadi produk-produk industri. Ini merupakan penanganan sampah di rumah-rumah," jelasnya.
Berikutnya, kata dia, di level RW mengembangkan program bank sampah tematik berbasis sirkular ekonomi. "Ada maggot di situ. Maggot dikasih ke ayam, kemudian panen telur. Dikasih ke lele, panen lele," ujarnya.
Menurutnya, sampah ini merupakan keseharian manusia, semua orang sumber sampah, tetapi semua orang juga bisa menjadi sumber solusi dalam pengelolaan sampah.
"Hayu sama-sama Bedas, menjadi pahlawan bagi lingkungan," katanya.** @kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!