Ibunda Raisa Tutup Usia Setelah Perjuangan Panjang Melawan Kanker Paru
VISI.NEWS | DEPOK - Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Ibunda penyanyi Raisa Andriana, Ria Mariaty Binti Rachmat Ardiwinangoen, meninggal dunia pada Sabtu (29/11/2025) pagi. Kabar tersebut disampaikan oleh kakak Raisa, Rinaldi Nurpratama, melalui unggahan di media sosial.
Dalam keterangannya, Rinaldi menyebut sang ibunda wafat pada pukul 07.19 WIB di Rumah Sakit Dharmais. Jenazah disemayamkan di rumah duka kawasan Cinere, Depok. Pihak keluarga juga memohon doa dari kerabat, sahabat, dan masyarakat agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
Sebelum meninggal dunia, Ria Mariaty menjalani perawatan intensif akibat kanker paru stadium lanjut yang diidapnya. Pada malam sebelum kepergiannya, keluarga tampak berkumpul di rumah sakit untuk mendampingi beliau.
Rinaldi selama ini rutin membagikan perkembangan kondisi kesehatan ibundanya. Ia sempat menyampaikan adanya kemajuan setelah rangkaian kemoterapi dan imunoterapi yang dijalani sejak April 2025. Hasil pemeriksaan PET scan pada September 2025 sempat menunjukkan hasil positif, dengan sebagian besar sel kanker dinyatakan tidak aktif.
Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Beberapa hari setelah pemeriksaan, Ria Mariaty mulai mengalami sesak napas yang semakin memburuk. Mengingat riwayat asma yang dimilikinya, kondisi tersebut membuat pihak keluarga kembali membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Pada pertengahan September, setelah menjalani imunoterapi lanjutan, kondisi darah menunjukkan perlunya perawatan intensif. Setelah beberapa hari dirawat namun tidak mengalami perbaikan signifikan, Ria Mariaty dipindahkan ke ruang perawatan intensif. Kondisi pernapasannya semakin menurun hingga akhirnya dokter memutuskan memasang ventilator.
Pemeriksaan bronkoskopi menemukan adanya penyempitan saluran pernapasan akibat sel kanker aktif. Tim medis kemudian melakukan tindakan cryosurgery untuk membersihkan jalur napas, sebelum melanjutkan dengan radioterapi agar pertumbuhan sel kanker tidak berulang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!