HUT PGRI Ke-80, Bupati Bandung: Tanpa Rekrutmen Baru, Lima Tahun ke Depan Guru PNS Tinggal 654 orang
VISI.NEWS | BANDUNG - Pada Sabtu (22/11/2025), suasana di Lapangan Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, terasa istimewa. Bupati Bandung, HM Dadang Supriatna, hadir untuk melepas 11.000 peserta gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Dalam kesempatan itu, Bupati Dadang berbagi pandangan tentang pentingnya pendidikan dan peran guru dalam mencetak generasi bangsa yang unggul.
HUT PGRI ke-80 jatuh pada 25 November 2025. Momen ini bertepatan dengan Hari Guru Nasional (HGN) yang dirayakan untuk mengapresiasi dedikasi para pendidik di Indonesia. HUT ke-80 PGRI tahun 2025 mengusung tema "Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas". Tema tersebut menegaskan komitmen PGRI untuk menguatkan mutu pendidikan melalui guru yang kompeten, adaptif, dan berdaya.
Ajang Silaturahmi dan Dukungan untuk Guru
“Bagi kami, HUT PGRI ini bukan hanya sekedar perayaan, tetapi juga ajang untuk mempererat silaturahmi antara para guru, pemerintah daerah, serta anggota DPRD Kabupaten dan Provinsi,” ujar Bupati Dadang dengan semangat seusai melepas peserta. Menurutnya, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Bandung.
Bupati Dadang melanjutkan, bahwa tahun ini, PGRI Kabupaten Bandung memiliki program khusus untuk mendukung para guru PAUD. Sebanyak 100 guru PAUD akan mendapatkan beasiswa untuk meningkatkan kapasitas mereka. “Kita tahu, untuk menghadapi masa depan, peningkatan kemampuan SDM, terutama guru, sangat penting. Dari guru-gurulah karakter bangsa ini akan terbentuk,” katanya dengan tegas.
Pendidikan Dasar dan Pembentukan Karakter Bangsa
Ia menekankan, pendidikan dasar adalah fondasi yang sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak bangsa. “Karakter itu akan terbentuk sejak dini, sejak dari SD dan SMP, karena setelah itu sudah agak sulit untuk mengubahnya,” tambahnya. Oleh karena itu, peran guru di tingkat dasar sangat krusial dalam mendidik dan memberikan teladan yang baik bagi siswa.
Sebagai contoh, Bupati Dadang menceritakan pengalamannya ketika menjadi anggota DPRD. “Saya pernah mengunjungi sebuah sekolah di Medan, dan yang saya lihat sangat menginspirasi. Para guru sudah hadir di sekolah sebelum siswa datang, dan setiap anak yang datang disambut dengan salam dan jabat tangan. Kebiasaan seperti itu bisa membentuk karakter yang baik,” cerita Bupati Dadang dengan nada penuh penghargaan.
Disiplin dan Kehadiran Guru di Sekolah
Hal serupa, menurutnya, harus diterapkan di Kabupaten Bandung. “Saya ingin para guru juga hadir lebih awal sebelum siswa datang. Guru-guru mata pelajaran juga harus sudah siap di kelas sebelum siswa masuk,” ujarnya. Beliau menegaskan bahwa absensi dan kedisiplinan guru sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Bupati Dadang juga menyampaikan bahwa program Bedas Ngamumuli Guru akan terus dilanjutkan. Program ini bertujuan untuk memetakan guru-guru yang memiliki kompetensi menonjol, dan memberikan penghargaan serta kesempatan untuk berkembang. “Saya jamin, tidak ada pungli-punglian di sini. Yang penting adalah bagaimana kita bisa menciptakan kegiatan belajar mengajar yang berkualitas,” tegasnya.
Meningkatkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS)
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dadang juga mengungkapkan langkah-langkah untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS) di Kabupaten Bandung, yang saat ini tercatat sekitar 9,16 tahun. “RLS kita sekarang memang sudah mencapai 9,16 tahun, tapi kita harus terus berinovasi untuk mencapainya di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Beliau menjelaskan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, akan ada kebijakan terkait skema tambahan pendidikan seperti ekstrakurikuler, muatan lokal, dan pelajaran seperti Bahasa Sunda, Pendidikan Pancasila, serta ngaji dan hafalan Al-Qur’an. “Kami juga akan mendorong adanya pendidikan kewarganegaraan yang lebih dalam, sehingga anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki karakter yang baik,” tambahnya.
Kekhawatiran tentang Kekurangan Guru
Namun, Bupati Dadang juga mengungkapkan kekhawatirannya tentang masa depan dunia pendidikan di Kabupaten Bandung. “Saat ini, kita sudah memiliki sekitar 19.000 tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Bandung, yang terdiri dari 7.000 guru PPPK, 5.000 guru PNS, dan sisanya guru honorer. Dalam lima tahun ke depan ada antar waktu untuk 4.000 lebih guru PNS. Sehingga, jika dalam lima tahun ke depan tidak ada penerimaan CPNS baru, maka kita hanya akan memiliki sekitar 654 guru PNS,” ungkapnya dengan nada serius.
Hal ini, lanjutnya, berpotensi menyebabkan kekurangan tenaga pengajar, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan. “Kekurangan guru ini menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan kita. Untuk itu, kami sudah mengusulkan agar penerimaan CPNS di bidang pendidikan tetap berjalan,” kata Bupati Dadang.
Perjuangan di Tingkat Nasional untuk Ketersediaan Guru
Bupati Dadang juga mengungkapkan bahwa isu kekurangan guru ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Bandung, tetapi juga di seluruh Indonesia. “Sebagai Ketua Harian Apkasi, saya sudah menyampaikan kekhawatiran ini ke Kemenpan RB, BKN, dan Kemendikbud. Kami berharap di HUT PGRI ke-80, pemerintah pusat bisa mendengar keluhan-keluhan para guru dan mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini,” tambahnya.
Menurutnya, tanpa adanya tenaga pengajar yang memadai, kualitas pendidikan akan terganggu. “Kita harus mempersiapkan diri untuk mengatasi masalah kekurangan guru, jangan sampai lima tahun ke depan kita kekurangan tenaga pendidik,” tandasnya.
Mendorong Pendidikan yang Bebas Pungli
Bupati Dadang juga menyampaikan bahwa salah satu langkah penting yang telah dilakukan adalah memberantas praktik pungli di kalangan pendidikan. “Alhamdulillah, saat ini Kabupaten Bandung sudah berada di peringkat ketiga dalam penilaian KPK dengan skor MCKPK 93 persen. Di Jawa Barat, kita peringkat pertama. Ini tentu hasil dari partisipasi guru dan kepala sekolah yang terus bekerja keras menjaga integritas,” katanya.
Program MCKPK dan Perbaikan Pengelolaan Keuangan
Di sisi lain, Bupati juga menyoroti pencapaian Pemkab Bandung dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Berdasarkan data yang dirilis oleh KPK, nilai Kabupaten Bandung dalam Monitoring Center for Prevention (MCP) meningkat dari 92% pada tahun 2023 menjadi 93% pada tahun 2024. “Peningkatan ini menempatkan Kabupaten Bandung sebagai salah satu yang terbaik di Provinsi Jawa Barat dalam komitmen pencegahan korupsi,” ujar Bupati dengan bangga.
Dijelaskannya, MCP KPK, awal ia menjabat Bupati Bandung hanya 54, sekarang sudah 85 dan masuk zona hijau. "Ini berarti kita sudah banyak memperbaiki pengelolaan keuangan daerah, termasuk di sektor pendidikan,” jelasnya.
Pemkab Bandung juga berhasil meraih Sistem Penilaian Integritas (SPI) dengan peringkat kedua pada tahun 2024, setelah sebelumnya berada di peringkat keempat pada 2023. Nilai SPI Kabupaten Bandung mencapai 74,04, sementara nilai SPI eksternal Kabupaten Bandung tercatat sebesar 87,77, menjadikannya sebagai yang terbaik se-Jawa Barat. “Pencapaian ini membuktikan bahwa budaya integritas semakin kuat di lingkungan birokrasi Pemkab Bandung,” tambah Bupati.
Pencapaian lain yang patut dibanggakan adalah keberhasilan Pemkab Bandung dalam meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Pemkab Bandung telah memperoleh WTP sebanyak sembilan kali berturut-turut, yang menunjukkan konsistensi dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. “Dengan hasil ini, kami bisa mendapatkan insentif fiskal, yang salah satunya digunakan untuk mendukung program sanitasi dan air bersih di sekolah-sekolah,” ungkap Bupati.
Menurut Bupati, pengelolaan keuangan yang baik sangat berpengaruh pada kualitas pendidikan yang diterima siswa. “Kami terus berupaya untuk menjaga transparansi dalam pengelolaan anggaran, karena pendidikan yang baik harus didukung dengan fasilitas yang memadai,” ungkapnya.
Program untuk Mencegah Anak Putus Sekolah
Selain itu, Bupati Dadang juga menyoroti program Bedas Calakan, yang bertujuan untuk mencegah anak-anak tidak melanjutkan pendidikan. “Kami menargetkan 2.000 orang dalam program ini agar mereka bisa mendapatkan bantuan dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, sehingga tidak ada anak yang putus sekolah,” ujarnya.
Optimisme Membangun Pendidikan Berkualitas
Akhirnya, Bupati Dadang berharap agar peringatan HUT PGRI ke-80 ini menjadi momentum untuk mendorong semangat bersama dalam memajukan dunia pendidikan. “Pendidikan adalah kunci untuk membangun bangsa yang lebih baik. Mari kita bersama-sama berjuang untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Bandung, demi masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya dengan penuh semangat.
Dengan visi dan komitmen yang kuat, Bupati Dadang berharap bahwa Kabupaten Bandung bisa terus maju dan menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam mengelola dan memajukan pendidikan. Baginya, dunia pendidikan bukan hanya soal kurikulum dan ujian, tetapi tentang membentuk karakter bangsa yang berintegritas dan penuh tanggung jawab.
@uli/asd
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!