Humaira Soroti Bahaya Normalisasi Jeda Sekolah dan Nikah Muda dalam Narasi Publik
Humaira juga mengingatkan bahaya narasi publik yang lahir dari posisi ekonomi relatif aman, namun dikonsumsi oleh kelompok masyarakat yang sedang berada dalam kondisi terdesak. Ia menilai, pengalaman personal yang berangkat dari privilege tidak bisa dipromosikan seolah menjadi solusi universal.
“Bagi sebagian orang yang putus asa, pernikahan bisa dipersepsikan sebagai jalan pintas atas kemiskinan dan ketidakpastian, padahal risikonya sangat besar,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Humaira menegaskan bahwa upaya melindungi generasi muda harus diarahkan pada penguatan sistem, bukan pada penggeseran anak keluar dari pendidikan.
“Kebijakan yang adil bukan yang terdengar paling bijak secara naratif, tetapi yang benar-benar melindungi kelompok paling rentan,” pungkasnya. @kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!