Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 Muktamar NU Memanas Lagi, Masa Tunggu Eks Parpol Diperdebatkan 30 Aug 2026 Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI 30 Aug 2026 Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 Muktamar NU Memanas Lagi, Masa Tunggu Eks Parpol Diperdebatkan 30 Aug 2026 Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI 30 Aug 2026

Hubungan Memburuk, Prancis Balas Usir 12 Pejabat Aljazair

Desi Rossilawati
Rabu, 16 April 2025 | 22:10 WIB
Bagikan
Hubungan Memburuk, Prancis Balas Usir 12 Pejabat Aljazair
VISI.NEWS | PRANCIS - Hubungan diplomatik antara Prancis dan Aljazair kembali memanas. Dalam perkembangan terbaru, pemerintah Prancis memutuskan mengusir 12 diplomat dan pejabat konsuler Aljazair, serta menarik pulang duta besarnya dari Aljazair. Langkah ini merupakan respons atas tindakan Aljazair yang lebih dulu memerintahkan 12 pejabat Prancis keluar dari negaranya dalam waktu 48 jam, menyusul penangkapan tiga warga Aljazair di Prancis baru-baru ini. Ketegangan ini semakin meningkat setelah salah satu dari yang ditangkap adalah pejabat konsuler, yang diduga terlibat dalam penculikan seorang influencer asal Aljazair, Amir Boukhors, di Paris pada April 2024 lalu. "Tidak dapat dipahami dan tidak bisa dibenarkan." demikian pernyataan Istana Élysée kepada keputusan Aljazair, dikutip dari AFP. Pemerintah Prancis mengaku kecewa karena hanya dua minggu sebelumnya, Presiden Macron dan Presiden Abdelmadjid Tebboune sempat melakukan percakapan damai melalui telepon untuk memperbaiki hubungan. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, yang sempat berkunjung ke Aljazair awal bulan ini untuk menurunkan ketegangan, mengatakan bahwa Aljazair justru 'memilih eskalasi.' Ketegangan ini memperparah hubungan kedua negara yang memang sudah renggang sejak tahun lalu, terutama setelah Prancis secara resmi mengakui klaim Maroko atas wilayah Sahara Barat, yang bertentangan dengan sikap Aljazair yang mendukung kelompok separatis Polisario. Insiden lain yang turut memperkeruh suasana adalah penahanan penulis Prancis-Aljazair, Boualem Sansal, oleh otoritas Aljazair pada November 2024 dengan tuduhan membahayakan keamanan nasional. Kini, dengan kedua negara saling mengusir diplomat, harapan untuk meredakan ketegangan tampaknya makin jauh. Apakah krisis diplomatik ini akan terus memanas atau justru jadi momen untuk perundingan ulang? Dunia menunggu langkah selanjutnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.