Huawei Rilis Laporan Resmi "Opportunities for Digital Transformation of Education" guna Menjajaki Model Asesmen tentang Perkembangan "Intelligent Education"

ED
Selasa, 20 September 2022 | 08:21 WIB
Bagikan
Huawei Rilis Laporan Resmi "Opportunities for Digital Transformation of Education" guna Menjajaki Model Asesmen tentang Perkembangan "Intelligent Education"

VISI.NEWS | BANGKOK - Di sebuah sesi yang bertajuk "Accelerate the Digital Journey of Education" dalam ajang Huawei Connect 2022 Bangkok, Huawei menerbitkan laporan resmi (white paper), "Opportunities for Digital Transformation of Education". Untuk pertama kali, laporan ini mengulas model asesmen tentang perkembangan intelligent education. Huawei juga mengemukakan upaya untuk mengandalkan solusi pendidikan dalam seluruh skenario penggunaan (all-scenario education solution) demi menghadirkan inovasi dalam metode pengajaran, mempromosikan sumber belajar yang inklusif, meningkatkan kemampuan riset, serta memperbarui manajemen, dan mempercepat transformasi digital di dunia pendidikan.

Mark Yang, Director, Education & Healthcare Dept, berkata: "Laporan resmi 'Opportunities for Digital Transformation of Education' merupakan koleksi strategi global dan praktik dari klien, mitra, dan Huawei sendiri ketika menjajaki transformasi digital di dunia pendidikan. Laporan ini menyajikan definisi tentang konsep dan kerangka kerja intelligent education. Lebih lagi, untuk pertama kalinya, laporan ini mengulas model asesmen tentang perkembangan intelligent education. Model tersebut mencakup enam subdimensi dan lima level, serta ingin membantu pihak sekolah melakukan asesmen secara swadaya. Dengan demikian, pihak sekolah memiliki arah yang jelas tentang perkembangan informatisasi pendidikan pada masa depan."

Patrick Low, Industry Expert, Education & Healthcare Dept, menguraikan solusi all-scenario education dari Huawei berdasarkan kisah sukses Huawei di seluruh dunia. "Solusi all-scenario intelligent education dari Huawei ingin membangun kerangka penting intelligent education, memenuhi kebutuhan beragam skenario bisnis di kampus, mendukung beragam aplikasi mengajar, mewujudkan kegiatan mengajar, belajar, manajemen, dan riset yang pintar dalam seluruh skenario, serta memfasilitasi pelatihan SDM di berbagai negara."

Pendidikan inklusif juga menjadi topik hangat di sesi tersebut. Menurut Ekapong Musikacharoen, Deputy Director, Office of Information Technology Administration for Educational Development, Thailand UniNet Scientific Research Network, NREN di Thailand akan menghubungkan 155 universitas dan merampungkan transisi yang lancar menuju 100 Gbit/s sebagai koneksi jaringan bermutu tinggi bagi seluruh klien di sektor pendidikan Thailand, sekaligus mempromosikan pendidikan yang adil dan inklusif.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.