Huawei Luncurkan Program Fellowship Bersama ITU, Langkah Maju Menuju Terwujudnya Inklusi Digital
- Melalui komitmen Huawei yang tergabung dalam Koalisi Digital ITU Partner2Connect, kini 90 juta lebih warga dunia telah terkoneksi.
VISI.NEWS | DONGGUAN, TIONGKOK - Sebagai tindak lanjut dari komitmennya dalam Koalisi Digital Partner2Connect (P2C) yang diusung oleh International Telecommunication Union (ITU), Huawei mengumumkan bahwa inisiatif yang diusungnya mampu menghadirkan konektivitas bagi 90 juta warga di daerah terpencil di hampir 80 negara di dunia. Informasi ini disampaikan sekaligus sebagai laporan progres pertama Huawei sejak bergabung dengan koalisi tersebut tahun lalu.
Direktur Utama Huawei, Dr. Liang Hua, menyampaikan informasi tersebut pada Huawei 2023 Sustainability Forum, yang mengambil tema "Thriving Together with Tech: Realizing Sustainable Development." Perhelatan ini juga menghadirkan Doreen Bogdan-Martin, Sekretaris Jenderal ITU; Jeffrey Sachs, President of UN Sustainable Development Solutions Network and Commissioner of the UN Broadband Commission for Development; serta perwakilan sejumlah Lembaga kementerian dan regulator telekomunikasi dari berbagai negara di dunia, seperti dari Pakistan dan Ghana. Forum ini memberi ruang bagi para peserta mengkaji bagaimana infrastruktur digital dapat mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan membantu terwujudnya dunia cerdas yang lebih ramah lingkungan dan inklusif.
"Infrastruktur digital generasi mendatang, seperti konektivitas dan daya komputasi, memiliki peran yang sama pentingnya dalam kemajuan sosial-ekonomi dengan program pembangunan infrastruktur fisik, seperti jalan raya. Infrastruktur digital generasi baru akan menjadi pilar penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi seluruh warga," ujar Liang, dalam keterangan tertulis kepada VISI.NEWS, Senin (27/11/2023).
"Komputasi adalah mesin utama yang menggerakkan produktivitas dalam perekonomian digital. Pembangunan infrastruktur komputasi yang dilakukan sedini mungkin akan membantu mempercepat transisi digital di berbagai industri dan mendorong integrasi yang lebih kokoh antara ekonomi digital dan ekonomi riil. Hal ini dapat mendorong stabilitas pertumbuhan ekonomi global dan terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan".
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!