Huawei Cloud Indonesia Fintech Summit 2023 Digelar di Jakarta, Singkap Potensi Pertumbuhan Baru Industri Teknologi Finansial
VISI.NEWS | JAKARTA - Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka dunia, menggandeng Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar Huawei Cloud Indonesia FinTech Summit dengan mengangkat tema "Unlocking New Growth in FinTech with Huawei Cloud". Lebih dari 80 perwakilan perusahaan fintech, mitra, regulator, serta kalangan perbankan akan berpartisipasi dalam diskusi untuk mengakselerasi inklusi keuangan digital di Indonesia.
Pada gelaran tersebut, Huawei Cloud, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta sejumlah perusahaan jasa keuangan meluncurkan inisiatif baru terkait Program Inovasi Keuangan Digital Indonesia. Melalui inisiatif tersebut diusung misi bersama untuk mengeksplorasi dan menyelenggarakan inkubasi berbagai layanan dan solusi keuangan digital terbaru, memperkuat kerja sama antar perusahaan fintech, mendukung usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta memperkuat ekosistem keuangan digital di Tanah Air.
James Zhang, CEO Huawei Cloud Indonesia, dalam sambutannya menekankan bahwa "Huawei Cloud bertujuan untuk menjadi pemimpin generasi cloud baru. Membangun fondasi cloud yang kokoh adalah inisiatif utama untuk mencapai visi kami. Kami bermaksud menjadi kontributor yang kuat untuk transformasi digital Indonesia melalui pusat data lokal, layanan lokal, dan ekosistem lokal kami."
Bambang W. Budiawan, Deputi Komisioner Pengawas Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK
Bambang W. Budiawan, Deputi Komisioner Pengawas Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, mengatakan, "OJK menargetkan indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai level 90% pada tahun ini dan membangun ekosistem digital keuangan merupakan cara paling efektif merealisasikan target tersebut. Kami mengapresiasi kontribusi perusahaan teknologi seperti Huawei yang terlibat dalam pengembangan inovasi keuangan digital di Indonesia."
"Guna memitigasi risiko yang terdapat di cloud, salah satu elemen krusial yang perlu diperhatikan oleh perusahaan jasa keuangan adalah kelengkapan kerangka program manajemen risiko dan pengawasan yang ditawarkan oleh penyedia cloud. Kerangka program tersebut meliputi uji tuntas (due diligence) dan monitoring, metrik evaluasi performa, keamanan, kontrol risiko dan perencanaan tanggap darurat," Bambang menambahkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!