HPN 2023 | Tujuh Kepala Daerah Raih Anugrah Kebudayaan PWI Pusat
Menurutnya, tidak mudah mempertahankan nilai-nilai budaya di zaman serba canggih seperti sekarang ini dan mau tidak mau harus dilakukan karena jika tidak maka kita tidak memiliki jati diri lagi dan dirusak oleh hal-hal modern.
Di daerahnya, Acep menerapkan swasembada pangan berbasis desa, namun perlu adanya inovasi-inovasi dalam mewujudkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. "Perlu ada kolaborasi multipihak dalam membangun pertanian khususnya pangan yang ada di Kabupaten Kuningan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, pengusaha, komunitas, dan media akan mendongkrak kemajuan yang saat ini belum tercapai," tandasnya.
Bupati Indragiri HM Wardan menyatakan komitmennya untuk mempertahankan kelapa sebagai identitas negeri seribu Parit. Hal ini terlihat nyata dalam berbagai program dan kebijakan selama kurun waktu hampir sepuluh tahun ia memimpin, mulai dari kebijakan untuk penyelamatan kebun kelapa, Sistem Resi Gudang (SRG) kopra, membuat festival kelapa dunia pertama, pengembangan ekonomi kreatif berbasis kelapa, promosi kelapa hingga berkembangnya seni budaya yang bertemakan kelapa.
Sementara, Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik mengatakan bahwa pihaknya sejak tahun 2021telah melakukan inovasi kopra putih untuk mendongkrak perekonomian petani.
Keunggulan kopra putih ini, kata bupati, dalam soal harganya yang jauh lebih bagus dibanding kopra hitam. Bupati menjelaskan saat ini harga kopra putih bisa mencapai 15.000/kg hingga Rp 17.000/kg., sementara harga kopra hitam hanya mencapai Rp 3.000/kg. "Untuk mengubah kebiasaan petani membuat kopra hitam dengan cara pengasapan tidak mudah. Namun kami terus berupaya terutama memberi pelatihan serta bantuan berupa alat pengolahan kopra putih," ungkapnya.@mdz
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!