HPN 2023 | Bupati Kendal Tawarkan Kawasan Industri dengan Keunggulan Komparatifnya
VISI.NEWS | MEDAN - Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menawarkan investasi yang menarik bagi para investor di kawasan industri seluas 2.200 hektar Kendal Industrial Park. Selain memiliki keunggulan ekonomi juga upah pekerjanya masih sangat murah.
Hal itu disampaikan Bupati Kendal Dico M Ganinduto pada acara 'Kendal Investment Talk' diawal acara Hari Pers Nasional (HPN) 2023 yang digelar di Grand Mercure, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/2/2023) malam.
Dalam acara yang dipandu mantan Pimpred Kompas dan Dirut MetroTV yang sekarang jadi Dubes Singapura Suryopratomo, selain dihadiri oleh Direktur PT. Kendal Industrial Park (KIP) Didit Purbadi, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S. Depari, Sekjen PWI Mirza Zulhadi, juga hadir para duta besar negara sahabat antara lain Duta Besar Belanda, Polandia, Armenia, Spanyol, Laos, Romania, Perwakilan Taiwan Economic and Trade Office (TETO) dan wartawan media asing maupun nasional.

Lebih lanjut Bupati Dico Ganinduto menjelaskan bahwa kabupaten itu memiliki keunggulan geo-ekonomi karena kawasan tersebut terletak berdekatan dengan Bandara Ahmad Yani, Pelabuhan Tanjung Emas, dan dilewati Tol Trans Jawa, Jalur Pantura, serta Jalur Kereta Api Ganda Jakarta-Semarang-Surabaya, selain itu infrastruktur di Kawasan Industri Kendal (KIK) juga terus dikembangkan untuk menunjang tumbuhnya industri dan menarik minat para investor.
"Kendal ini mudah diakses. Jaraknya kurang lebih 20 kilometer dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang yang melayani 44 kali penerbangan dari Jakarta, atau 25 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Emas. Ada juga akses kereta api dengan jarak 22 km dari Semarang. Kalau menggunakan jalan tol, dari Jakarta hanya lima jam dan dari Surabaya hanya tiga jam," ujarnya.
Dalam waktu dekat, kata Dico, pengembangan pelabuhan Kendal diharapkan jadi pelabuhan smart logistics serta penunjang penting industri dapat segera diwujudkan, mengingat 70 persen produk di KIK berorientasi ekspor.
Dico mengungkapkan bahwa pihaknya menyediakan area khusus Kendal Industrial Park (KIP) dengan luas 2.200 hektar. "KIP merupakan hasil joint ventura dua pengembang kawasan industri di Asia Tenggara Sembcorp Development Ltd dari Singapura dan PT Jababeka Tbk dari Indonesia," ujar alumnus Universitas Tulsa dan mantan Presiden Persatuan Mahasiswa Indonesia - AS (Permias) ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!