Homecoming IKA Unpad 2026: Pulang, Berkarya, Mengabdi

ED
PN
Rabu, 16 September 2026 | 06:17 WIB
Bagikan
Homecoming IKA Unpad 2026: Pulang, Berkarya, Mengabdi

VISI.NEWS — Pulang ke kampus tidak selalu berarti sekadar bernostalgia. Bagi Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad), kepulangan menjadi momentum untuk kembali terhubung, membuka ruang dialog lintas generasi, membangun kolaborasi, sekaligus memberikan kontribusi bagi almamater, masyarakat, dan Indonesia.

 Semangat tersebut akan diwujudkan melalui Homecoming Festival IKA Unpad 2026 yang digelar pada 19 September 2026 di Kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-69 Universitas Padjadjaran.

 Mengusung tema “Kembali ke Jatinangor, Kembali ke Jati Diri”, Homecoming Festival dirancang sebagai ruang perjumpaan keluarga besar alumni Unpad dari berbagai generasi. Alumni dari generasi baby boomers, Generasi X, milenial hingga Generasi Z akan dipertemukan dalam satu rangkaian kegiatan yang memadukan reuni, hiburan, pengembangan jejaring, kepedulian lingkungan, hingga pengabdian kepada masyarakat.

 Sekretaris Jenderal IKA Unpad sekaligus anggota Majelis Wali Amanat Unpad, Yhodhisman Soratha, mengatakan hubungan antara alumni dan kampus pada dasarnya tidak pernah benar-benar berakhir setelah seseorang menyelesaikan pendidikan.

 “Alumni dan kampus sesungguhnya tidak pernah benar-benar terpisah. Alumni adalah bagian dari perjalanan panjang sebuah universitas, sementara kampus adalah tempat di mana banyak perjalanan hidup alumni bermula,” ujar Yhodhisman.

 Menurut dia, Homecoming Festival diharapkan menjadi ruang untuk menjaga hubungan tersebut agar tetap hidup dan menghasilkan manfaat yang lebih luas. Kampus memiliki pengetahuan, gagasan, dan generasi baru, sementara alumni membawa pengalaman, jejaring, sumber daya, serta perspektif dari berbagai bidang.

 Ketika kedua kekuatan tersebut dipertemukan, kata Yhodhisman, kolaborasi yang lahir diharapkan tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi dapat memberikan dampak bagi masyarakat dan Indonesia.

 Semangat itu sejalan dengan motto IKA Unpad, “Pengabdian untuk Semua”. Karena itu, Homecoming Festival tidak dibuat sebagai acara eksklusif bagi alumni. Mahasiswa, keluarga, komunitas, dan masyarakat umum juga dapat ikut menikmati berbagai rangkaian kegiatan.

 Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, mengatakan kemitraan dengan alumni merupakan bagian dari ekosistem universitas yang terus berkembang.

 “Relasi antara Unpad dan alumninya tidak berhenti setelah kelulusan. Justru dari sanalah hubungan itu dapat berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan, saling menguatkan, dan memberi dampak nyata,” ujar Rizky.

 Ia menilai alumni dapat menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring, membuka peluang kerja sama, serta memperkuat reputasi dan daya saing Unpad di tingkat nasional maupun global.

 Bagi Unpad, alumni tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan universitas, tetapi juga dapat berperan sebagai mitra dalam menentukan arah pengembangan kampus pada masa mendatang.

 Homecoming Festival juga membawa misi mempertemukan berbagai generasi alumni. Perbedaan zaman ketika menempuh pendidikan membuat setiap generasi memiliki pengalaman, referensi, tantangan, serta cara pandang yang berbeda terhadap pekerjaan, kepemimpinan, teknologi, dan masa depan.

 Festival Director Homecoming Festival IKA Unpad 2026, Edwin Irvanus, mengatakan perbedaan tersebut justru menjadi alasan penting untuk mempertemukan para alumni.

 “Menjahit harmoni beberapa generasi tentu tidak mudah. Setiap generasi memiliki pengalaman, bahasa, referensi, dan tantangannya sendiri. Justru karena itulah mereka perlu dipertemukan,” kata Edwin.

 Ia menggambarkan Homecoming Festival sebagai ruang dialog besar antara generasi yang lebih senior dan generasi yang lebih muda. Para alumni senior dapat berbagi pengalaman sekaligus memberikan dukungan, sementara generasi muda membawa gagasan dan perspektif baru.

 Pertemuan lintas generasi tersebut tidak harus berlangsung dalam forum formal. Interaksi dapat tumbuh melalui berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan sosial, olahraga, bisnis, kegiatan mahasiswa, hingga percakapan sederhana tentang perubahan Jatinangor dari masa ke masa.

 Rangkaian Homecoming Festival akan berlangsung sejak pagi hingga malam. Pengunjung dapat memilih berbagai kegiatan sesuai minat masing-masing.

 Acara diawali dengan Press Conference Kick Off. Setelah itu, peserta dapat mengikuti sejumlah kegiatan yang telah disiapkan panitia.

 Salah satunya adalah Penanaman dan Adopsi Pohon di Alumni Garden. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung cita-cita Universitas Padjadjaran sebagai Green Campus.

 Pohon yang ditanam tidak hanya menjadi bagian dari penghijauan kampus, tetapi juga simbol hubungan alumni dengan almamater. Sesuatu yang ditanam hari ini diharapkan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

 Selain kegiatan lingkungan, Homecoming Festival menghadirkan Career Talk yang melibatkan sejumlah alumni Gen Z Unpad yang telah mencatat kiprah di tingkat nasional maupun internasional. Forum tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk berbagi pengalaman dan perspektif mengenai dunia kerja serta perjalanan karier.

 Suasana festival juga akan diisi Pentas Seni, Bazar UMKM dan Unit Usaha Unpad, Kampus Kompas TV, serta Mobile Legends Competition. Alumni dan masyarakat juga dapat mengikuti Golf Friendly Match sebagai salah satu kegiatan yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang.

 Rangkaian kegiatan kemudian mencapai puncaknya melalui Jatinangor Music Fest. Konser tersebut menghadirkan tiga nama dengan karakter dan basis pendengar dari generasi yang berbeda, yakni Dewa 19, Maliq & D'Essentials, dan Bernadya.

 Kehadiran ketiga musisi tersebut sekaligus mempertemukan lintas generasi dalam satu panggung. Dewa 19 membawa lagu-lagu yang telah menemani perjalanan sejumlah generasi, sementara Maliq & D'Essentials dan Bernadya menghadirkan warna musik yang dekat dengan pendengar dari generasi berikutnya.

 Menariknya, panitia tidak secara khusus menempatkan musisi alumni Unpad sebagai penampil utama.

 “Begitu banyak alumni Unpad yang setiap hari sudah bekerja, berkarya, dan berkontribusi di bidangnya masing-masing. Jadi untuk satu malam, biarlah alumni datang sebagai penonton. Kali ini giliran teman-teman musisi dari luar yang menghibur alumni Unpad—semuanya,” ujar Edwin.

 Konsep tersebut menunjukkan bahwa Homecoming Festival tidak hanya ingin mengangkat keberadaan alumni, tetapi juga menghadirkan ruang hiburan yang dapat dinikmati seluruh masyarakat.

 Bagi IKA Unpad, pesta dan hiburan bukan tujuan akhir dari kegiatan. Kepulangan diharapkan menghasilkan sesuatu yang tetap bertahan setelah acara selesai.

 Selain penghijauan melalui Alumni Garden, Homecoming Festival juga menjadi momentum untuk menyosialisasikan Dana Abadi Universitas Padjadjaran. Dana tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pendidikan dan membuka kesempatan pembelajaran yang semakin baik bagi mahasiswa Unpad pada masa kini dan masa mendatang.

 Panitia juga bekerja sama dengan sejumlah lembaga sosial untuk membuka ruang bagi alumni maupun masyarakat yang ingin menyalurkan donasi kepada berbagai kelompok yang membutuhkan.

 Dengan demikian, konsep “pulang” yang ditawarkan IKA Unpad tidak berhenti pada reuni. Kepulangan diterjemahkan sebagai kesempatan untuk membangun kembali hubungan, membuka kerja sama, mendukung pendidikan, menjaga lingkungan, serta memberikan manfaat kepada masyarakat.

 “Kami tidak ingin orang pulang dari Homecoming Festival hanya membawa foto reuni dan cerita tentang konser yang seru. Akan jauh lebih berarti apabila dari pertemuan ini ada pohon yang terus tumbuh, ada pendidikan yang semakin baik, ada masyarakat yang terbantu, ada kolaborasi baru yang lahir, dan ada generasi berikutnya yang merasakan manfaatnya,” kata Yhodhisman.

 Semangat tersebut menjadi inti dari Homecoming Festival IKA Unpad 2026. Para alumni diajak kembali ke Jatinangor bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga melihat kembali perjalanan yang telah ditempuh dan menentukan kontribusi yang dapat diberikan setelah kembali ke almamater.

 Festival ini sekaligus menjadi ruang pertemuan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan Unpad. Alumni senior membawa pengalaman, generasi produktif membawa jejaring dan keahlian, sedangkan generasi muda membawa gagasan baru.

 Ketiganya bertemu dalam satu semangat: kembali ke kampus, kembali terhubung, kemudian mengambil peran.

 Homecoming Festival IKA Unpad 2026 akan digelar pada 19 September 2026 di Kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Informasi mengenai kegiatan tersedia melalui akun Instagram @homecomingfest.unpad dan @jatinangormusicfest.

 Tiket Jatinangor Music Fest sebagai salah satu agenda utama festival juga masih tersedia dalam jumlah terbatas.

 Pada akhirnya, makna “homecoming” yang dibawa IKA Unpad sederhana: pulang untuk mengingat dari mana perjalanan dimulai, bertemu kembali dengan orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan, mendengarkan generasi sebelum dan sesudah, serta pulang dengan kesiapan untuk kembali berkontribusi.

 Sebab bagi alumni, hubungan dengan almamater bukan hanya tentang apa yang pernah diterima ketika menjadi mahasiswa, tetapi juga tentang apa yang dapat dikembalikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.