Hobi Makan Seblak? Waspada Risiko Hipertensi dan Gangguan Pencernaan
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 9 Februari 2025 | 01:20 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Seblak telah menjadi salah satu jajanan favorit anak muda karena variasi isian dan level pedas yang bisa disesuaikan dengan selera. Meski lezat, konsumsi seblak berlebihan membawa dampak negatif bagi kesehatan, khususnya risiko hipertensi.
Dokter spesialis penyakit dalam Lingga Ramot Gumelar menjelaskan bahwa kandungan garam yang tinggi dalam seblak dapat meningkatkan risiko hipertensi. Jika ditambah dengan konsumsi minuman manis, risiko diabetes pun meningkat. Kombinasi kedua penyakit ini dapat berujung pada gagal ginjal, karena ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring racun dari tubuh.
Gangguan Pencernaan Akibat Seblak
Lingga juga menambahkan bahwa lambung adalah organ pertama yang langsung terdampak dari konsumsi seblak dan makanan tinggi MSG. Gejala yang umum muncul adalah meningkatnya asam lambung. “Jika kita memaksakan konsumsi makanan pedas secara berlebihan, tentunya akan menyebabkan iritasi pada lambung. Memang tidak secara langsung ke ginjal, tapi, pencernaan seperti lambung yang justru langsung terdampak,” jelas Lingga.Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak
Lingga menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI:- Gula: Maksimal 4 sendok makan per hari (50 gram)
- Garam: Maksimal 1 sendok teh per hari (5 gram)
- Lemak: Maksimal 5 sendok makan per hari (67 gram)
Pentingnya Aktivitas Fisik
Ia juga menekankan pentingnya olahraga rutin sesuai kelompok usia. Bagi usia muda, olahraga seperti bulu tangkis, basket, dan sepak bola dapat menjadi pilihan. Sementara untuk mereka yang berusia di atas 40 tahun, disarankan melakukan aktivitas fisik dengan intensitas ringan, seperti jalan kaki atau senam ringan.Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!