Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Hobi Makan Seblak? Waspada Risiko Hipertensi dan Gangguan Pencernaan

Desi Rossilawati
Minggu, 9 Februari 2025 | 01:20 WIB
Bagikan
Hobi Makan Seblak? Waspada Risiko Hipertensi dan Gangguan Pencernaan
VISI.NEWS | BANDUNG - Seblak telah menjadi salah satu jajanan favorit anak muda karena variasi isian dan level pedas yang bisa disesuaikan dengan selera. Meski lezat, konsumsi seblak berlebihan membawa dampak negatif bagi kesehatan, khususnya risiko hipertensi. Dokter spesialis penyakit dalam Lingga Ramot Gumelar menjelaskan bahwa kandungan garam yang tinggi dalam seblak dapat meningkatkan risiko hipertensi. Jika ditambah dengan konsumsi minuman manis, risiko diabetes pun meningkat. Kombinasi kedua penyakit ini dapat berujung pada gagal ginjal, karena ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring racun dari tubuh.

Gangguan Pencernaan Akibat Seblak

Lingga juga menambahkan bahwa lambung adalah organ pertama yang langsung terdampak dari konsumsi seblak dan makanan tinggi MSG. Gejala yang umum muncul adalah meningkatnya asam lambung. “Jika kita memaksakan konsumsi makanan pedas secara berlebihan, tentunya akan menyebabkan iritasi pada lambung. Memang tidak secara langsung ke ginjal, tapi, pencernaan seperti lambung yang justru langsung terdampak,” jelas Lingga.

Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

Lingga menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI:
  • Gula: Maksimal 4 sendok makan per hari (50 gram)
  • Garam: Maksimal 1 sendok teh per hari (5 gram)
  • Lemak: Maksimal 5 sendok makan per hari (67 gram)
Selain itu, Lingga mengingatkan pentingnya menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan air putih.

Pentingnya Aktivitas Fisik

Ia juga menekankan pentingnya olahraga rutin sesuai kelompok usia. Bagi usia muda, olahraga seperti bulu tangkis, basket, dan sepak bola dapat menjadi pilihan. Sementara untuk mereka yang berusia di atas 40 tahun, disarankan melakukan aktivitas fisik dengan intensitas ringan, seperti jalan kaki atau senam ringan.
“Olahraganya tergantung kelompok usia, ya. Kalau usia 40 tahun ke atas itu harus dibatasi dan lebih ringan saja. Tapi, kalau usianya lebih muda bisa bulu tangkis, basket, sepak bola,” tutup dia. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.