Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026

Hinca: Negara Harus Tuntaskan Penyebab Kematian Nizam Syafei

Desi Rossilawati
Selasa, 3 Maret 2026 | 06:35 WIB
Bagikan
Hinca: Negara Harus Tuntaskan Penyebab Kematian Nizam Syafei

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Pandjaitan, menegaskan negara tidak boleh gagal mengungkap secara terang penyebab meninggalnya almarhum Nizam Syafei. Pasalnya, perkara ini bukan sekadar kasus daerah, melainkan soal nyawa anak manusia dan wibawa negara hukum.

“Ini bukan soal satu anak di satu desa. Ini soal nyawa anak manusia. Tugas negara adalah memastikan apa penyebab kematian dan siapa yang bertanggung jawab,” tegas Hinca dalam agenda Rapat Dengar Pendapat dan Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi III DPR RI  bersama Kapolres Kabupaten Sukabumi, keluarga korban, serta kuasa hukum di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Ia pun meminta kepolisian bekerja cepat, profesional, dan tidak membiarkan proses berlarut-larut. Hinca secara khusus menyoroti pentingnya koordinasi dengan kejaksaan agar tidak terjadi bolak-balik berkas yang memperpanjang waktu penanganan perkara.

“Jangan sampai proses ini berputar-putar. Waktu menjadi sangat panjang, sementara publik menunggu kepastian,” ujar Legislator Fraksi Partai Demokrat itu.

Dalam forum tersebut terungkap bahwa otopsi telah dilakukan dan hasil pemeriksaan toksikologi sudah keluar. Namun, kesimpulan resmi penyebab kematian masih dalam proses. Hinca meminta agar kepolisian segera menyampaikan kepastian waktu penyelesaian dan melaporkan hasilnya secara utuh kepada publik.

“Kehadiran Kapolres di ruang Komisi III ini adalah bentuk keseriusan negara. Kita ingin Indonesia benar-benar berdiri sebagai negara hukum,” katanya.

Di sisi lain, Hinca juga menyinggung adanya informasi yang sempat beredar di ruang publik, termasuk dugaan pembiaran terhadap kondisi korban sebelum meninggal dunia. Oleh karena itu, harapnya, seluruh fakta diuji secara objektif dan profesional, tanpa prasangka namun juga tanpa toleransi terhadap kelalaian.

“Kita ingin kasus seperti ini tidak pernah terulang. Setiap anak Indonesia harus terlindungi,” tegas politisi dapil Sumatera Utara III itu.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.