Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Hilal Tipis di Bandung, Penentuan Lebaran Jadi Penentu

ED
Kamis, 19 Maret 2026 | 13:56 WIB
Bagikan
Hilal Tipis di Bandung, Penentuan Lebaran Jadi Penentu

VISI.NEWS | BANDUNG - Peneliti Observatorium Bosscha dari Institut Teknologi Bandung, Yatny Yulianty, mengungkapkan posisi hilal pada Kamis, 19 Maret 2026 di Kota Bandung berada sangat dekat dengan Matahari. Kondisi ini membuat hilal berpotensi sulit diamati dan menjadi faktor penting dalam penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah.

Observatorium Bosscha sendiri secara rutin melakukan pengamatan bulan sabit muda setiap bulan. Hasil pengamatan ini menjadi rujukan ilmiah bagi Kementerian Agama Republik Indonesia dan masyarakat dalam menetapkan awal bulan Hijriah.

Berdasarkan perhitungan astronomi, elongasi geosentrik hilal di wilayah Indonesia berkisar antara 4,6 derajat hingga 6,2 derajat. Sementara itu, elongasi toposentrik tercatat sekitar 4,0 derajat hingga 5,5 derajat.

Selain itu, ketinggian hilal saat Matahari terbenam berada pada rentang 0 derajat hingga 3 derajat di wilayah barat Indonesia. Posisi ini menunjukkan bahwa bulan berada sangat rendah di atas ufuk, sehingga menyulitkan proses pengamatan.

Yatny menjelaskan bahwa kondisi tersebut menempatkan hilal pada batas kritis visibilitas. Faktor seperti cuaca, kejernihan langit, serta metode pengamatan sangat menentukan apakah hilal dapat terlihat atau tidak.

Untuk memastikan hasil yang akurat, tim astronom Observatorium Bosscha melakukan pengamatan di dua lokasi, yakni Lembang dan Lhok Nga. Pengamatan dilakukan menggunakan teleskop serta instrumen pencitraan modern.

Pemilihan lokasi di Aceh bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut berada di batas kriteria visibilitas hilal, sehingga dinilai strategis untuk memperkuat data ilmiah terkait kemungkinan terlihatnya bulan sabit muda di Indonesia.

Meski demikian, Yatny menegaskan bahwa penentuan resmi 1 Syawal 1447 Hijriah tetap menjadi kewenangan pemerintah melalui sidang isbat. Hasil pengamatan dari Observatorium Bosscha berfungsi sebagai bahan pertimbangan ilmiah.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.