Hikmah Mengucapkan Alhamdulillah Saat Bersin dan Dalilnya

Desi Rossilawati
Selasa, 12 November 2024 | 02:30 WIB
Bagikan
Hikmah Mengucapkan Alhamdulillah Saat Bersin dan Dalilnya
VISI.NEWS | BANDUNG - Bersin adalah reaksi tubuh alami yang tidak selalu disebabkan oleh flu, bisa juga karena faktor lain. Namun, dalam Islam, sangat dianjurkan bagi kita untuk mengucapkan "Alhamdulillah" setelah bersin. Ustaz Syafik Riza Basalamah menjelaskan bahwa dalam hadis Imam Bukhari, jika seseorang bersin namun tidak mengucapkan "Alhamdulillah", maka orang tersebut tidak akan didoakan oleh orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa mengingat Allah setelah bersin merupakan tindakan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata, عطس رجلان عند النبي صلى الله عليه وسلم فشمت أحدهما ولم يشمت الآخر فقال شمت هذا ولم تشمتني قال إن هذا حمد الله ولم تحمده “Ada dua orang yang bersin di sisi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Salah satunya didoakan, sementara yang lainnya tidak didoakan. Orang yang tidak didoakan itu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau mendoakan dia tetapi tidak mendoakan aku?’ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Orang ini memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah), sedangkan engkau tidak memuji Allah.'” (HR. Bukhari) Di sini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan penjelasan kepada orang yang bersin namun tidak didoakan. Ini mengajarkan kita pentingnya memberi penjelasan dalam kondisi yang mungkin menimbulkan kesalahpahaman atau prasangka buruk. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa orang yang memuji Allah setelah bersin didoakan, sedangkan yang tidak memuji Allah tidak didoakan. Permasalahannya sekarang, jika seseorang bersin tetapi tidak mengucapkan “Alhamdulillah,” apa yang harus dilakukan? Apakah orang tersebut perlu diingatkan? Para ulama memiliki dua pendapat. Pendapat pertama mengatakan bahwa tidak perlu mengingatkan, sebagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak mengingatkan orang yang bersin tetapi tidak memuji Allah dalam hadits tersebut. Pendapat kedua menyatakan bahwa orang tersebut perlu diingatkan, terutama jika dia tidak pernah diajari untuk mengucapkan “Alhamdulillah” setelah bersin. Misalnya, dia dibesarkan dalam lingkungan yang tidak menanamkan kebiasaan ini. Jika orang tersebut lupa, maka tidak perlu diingatkan secara langsung, agar dia dapat menyadari sendiri. "Oleh karena itu, penting untuk mempelajari sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam agar kita tidak kehilangan banyak kemuliaan dalam kehidupan sehari-hari,"ungkap ustaz Syafik. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.