IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Hidup Lama tapi Mati Sendirian di Singapura

ED
Kamis, 11 Juli 2024 | 06:58 WIB
Bagikan
Hidup Lama tapi Mati Sendirian di Singapura

Pada bulan April saja, tiga kasus serupa terjadi dalam kurun waktu seminggu, yang memicu kekhawatiran mengenai kesejahteraan dan keselamatan para lansia, seperti Koh, yang tinggal sendirian dan terisolasi dari masyarakat. Kematian karena kesepian adalah akibat dari apa yang bisa terjadi jika isolasi sosial dan kesepian di kalangan orang tua tidak diatasi.

Singapura baru saja ditetapkan sebagai Zona Biru yang “direkayasa” – sebuah tempat di mana masyarakat diharapkan dapat hidup lebih lama dan menikmati lingkungan hidup yang lebih baik dan sehat.

Zona ini bertujuan untuk menciptakan infrastruktur dan kebijakan sosial yang akan berkontribusi terhadap Singapura yang memiliki angka harapan hidup dan kesehatan tertinggi di dunia – namun penghargaan ini menimbulkan kekhawatiran tambahan.

Lily, 103 tahun,  menyimpulkan sentimen tersebut: "Hidup adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan, percuma saja hidup. Tidak bisa bergerak, tidak bisa berjalan, apa lagi yang bisa dilakukan?"

Yap, 74 tahun, ingin ngopi dan mendapat teman baru di lingkungannya. Sebaliknya, ia merasa seperti "burung yang terjebak dalam sangkar", karena sakit kaki dan kekurangan uang membatasi kemampuannya untuk melakukan hal tersebut.

Umur panjang bukanlah segalanya

Peningkatan angka harapan hidup dipandang sebagai hal yang positif, namun bagi sebagian orang lanjut usia, hal ini dapat dihadapkan pada kenyataan pahit: hidup dengan disabilitas dan kesehatan yang buruk.

Hal ini dapat membuat mereka merasa terjebak dalam tubuh dan keadaannya sendiri, membatasi kemampuan mereka untuk berinteraksi secara bermakna dengan dunia luar, bahkan ketika mereka meninggalkan rumah.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.