IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Hentikan Politik Identitas, Dudy : KIB Fokus Politik Gagasan ?

ED
Selasa, 11 Oktober 2022 | 15:16 WIB
Bagikan
Hentikan Politik Identitas, Dudy : KIB Fokus Politik Gagasan ?

VISI.NEWS |BANDUNG - Anggota Fraksi Golkar DPRD Jawa Barat (Jabar) Haji Dudy Pamuji menyebutkan, koalisi Indonesia Bersatu (KIB) ingin menghentikan politik identitas yang sempat terjadi pada Pilpres 2019.

Akibatnya, masyarakat nyaris terbelah karena terjadi polarisasi, oleh karena itu politik identitas harus segera berakhir dan fokus pada gagasan, KIB telah merumuskan itu, dimana ada tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia ke depan.

"Politik kita harus dihentikan dari politik identitas, harus berdasar gagasan, kita ingin melihat apa yang jadi tantangan Indonesia ke depan, setelah itu baru diskusikan figur yang cocok," katanya.

Menurutnya, selama ini sudah terjadi 5 C yang kemudian berdampak, 5C tersebut yakni, Covid 19, Conflict (konflik) antar negara, Climate Change (perubahan iklim), Comodity Price (harga komoditas) dan Cost of Living (biaya hidup).

"Dan KIB tengah merumuskan berbagai cara dan upaya agar permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini termasuk 5C dapat bisa diatasi dengan politik gagasan," ungkap Dudy

Dengan mengedepankan 5B, lanjut Dudy, yakni Bersatu, Bertransformasi, Bekerja, Berdoa, dan Berkarya terus menerus, maka berbagai persoalan bangsa dan negara akan mudah dilalui dan teratasi.

"Kita menitik beratkan pada kualitas sumber daya manusia, kita identifikasi Indonesia harus jadi negara maju, memanfaatkan bonus demografi," ujarnya.

Terakhir, jika bonus demografi tidak dapat dimanfaatkan dengan baik pada waktunya, generasi tersebut akan menjadi aging society atau masyarakat yang didominasi usia tidak produktif.

"Karena itu, kami telah melaunching Program Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional (Paten), dengan tujuh inisiatif utama", pungkasnya. @eko

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.