'Healing' dengan Menjurnal dan Mengkreasikan Sampah Plastik di "Sejauh Rumah Kita"
Menulis Jurnal untuk Pulih bersama Janti 'Alterjiwo' Wignjopranoto
Janti Wignjopranoto adalah seorang penulis buku, praktisi vegan, raw food chef, serta Certified Ayurveda Practitioner asal Yogyakarta. Ia juga dikenal sebagai Janti 'Alterjiwo' di Instagram yang sering membagikan catatan harian tentang makanan dan resep makanan yang diolahnya sendiri.
Pada kegiatan Belajar Bersama ini, Janti berbagi wawasan kepada peserta yang hadir tentang cara memahami diri sendiri melalui kegiatan menulis jurnal sebagai cara memulihkan diri yang dimulai dari langkah penerimaan, pemulihan, dan pemberdayaan. Janti mengajarkan para peserta untuk memahami manfaat menulis jurnal, hubungannya dengan proses trauma emosi, hal-hal yang membedakan menulis buku harian (diary) dengan menulis jurnal, dan melatih peserta untuk menulis jurnal dengan berbagai format.
Kegiatan menulis jurnal untuk proses pemulihan ini pada dasarnya adalah sebuah kegiatan yang mengharuskan seseorang untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya dengan menulis yang bertujuan untuk refleksi diri. Proses refleksi diri tak hanya sebatas mengekspresikan pikiran dan perasaan seseorang, tetapi juga memetakan faktor-faktor yang membuat ia merasa atau mengalami suatu permasalahan, serta mencari solusi untuk mengatasi permasalahan yang mengganggunya tersebut.
Setelah sesi pembelajaran singkat di "Sejauh Rumah Kita", para peserta akan melanjutkan kegiatan Tujuh Hari Menulis Jurnal Bersama yang akan melengkapi pembelajaran singkat tersebut secara daring dan yang dipandu oleh Janti.
Membuat Magnet Kulkas dari Sampah Plastik Sekali Pakai bersama TacTic Plastic
Kegiatan Belajar Bersama yang terakhir diadakan di "Sejauh Rumah Kita" adalah belajar mengkreasikan sampah plastik sekali pakai menjadi sebuah kerajinan tangan yang diajarkan oleh TacTic Plastic.
Tactic Plastic adalah sebuah kelompok seni yang mengolah kembali sampah plastik yang didirikan pada tahun 2016 oleh tiga seniman, yaitu Ayu Arista Murti, Mutia Bunga dan Lily Elserisa karena keprihatinan mereka terhadap pencemaran plastik yang berbahaya dan mempengaruhi kelangsungan makhluk hidup di bumi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!