Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Hasil Studi Tiru Ke Bali, Kadis LH : Untuk Diadopsi Butuhkan Setidaknya Rp. 30-35 Miliar

ED
Jumat, 10 Februari 2023 | 09:21 WIB
Bagikan
Hasil Studi Tiru Ke Bali, Kadis LH : Untuk Diadopsi Butuhkan Setidaknya Rp. 30-35 Miliar

VISI.NEWS | SOREANG - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengungkapkan terkait hasil studi tiru pengolahan sampah beberapa waktu lalu ke Denpasar, Bali.

"Jadi di Bali itu kita melihat fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dibangun oleh program World Bank, sama seperti yang dibangun juga di kita di Mekar Rahayu, tetapi kapasitas disana satu titiknya itu 450 ton menggunakan Refused Derived Fuel (RDF) hanya memang briketnya itu masuk ke industri semen, kita kan masuk industri textile," ujar Asep, saat di konfirmasi VISI.NEWS Kamis (9/2/2023).

Selain itu Asep Kusumah mengatakan, perbedaan lainnya di bagian pengelolaan operator yang dilakukan oleh pihak ketiga. "Pengelolaan disana itu, yang menjalankannya swasta, perusahaan itu dengan beauty contest, jadi fasilitas pemda itu hanya hanggar, dan informasinya yang kita terima dari mereka, pemda setempat harus bayar satu tonnya itu Rp.100.000, sedangkan kalau kita ke Sarimukti buang satu ton nya itu Rp.50.000, mungkin lebih baik di Kab.Bandung," katanya.

Selain itu, dikatakan Asep, jika nilai investasi untuk mengadopsi pengolahan sampah dari Pemkot Denpasar tersebut cukup besar, karena hanggar yang dibangun World Bank di Denpasar itu membutuhkan sekitar Rp 30-35 miliar.

"Ya angka itu cukup besar untuk di adopsi, dan untuk nilai investasi mesin dan operator kemarin tidak disampaikan, kami hanya melihat yang munculnya kapasitas 450 ton," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk penggunaan pada alat beratnya relatif sama."Ya sama untuk pengangkutan, dropping zone, sisanya pake kompeyor, mesin cacah dan mesin press, dan forklip, yang membedakan hanya pendekatan RDF nya mereka satu briket satu ton, kita satu briket hanya beberapa ons," pungkasnya.@gvr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.