Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Hasan Nasbi: Prabowo Tidak Ajak Benci Asing, Tapi Tegas Jaga Kedaulatan

Desi Rossilawati
Selasa, 3 Juni 2025 | 17:30 WIB
Bagikan
Hasan Nasbi: Prabowo Tidak Ajak Benci Asing, Tapi Tegas Jaga Kedaulatan
VISI.NEWS | JAKARTA - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, memberikan klarifikasi terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal adanya lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang didanai pihak asing untuk memecah belah bangsa. Hasan menegaskan bahwa Presiden tidak mengajak masyarakat untuk membenci pihak asing, namun menyerukan kewaspadaan terhadap ancaman terhadap persatuan nasional. "Presiden menyatakan bahwa beliau tidak sedang mengajak kita untuk membenci asing. Tapi beliau juga menekankan bahwa jangan gadaikan kepentingan nasional kita, jangan gadaikan persatuan kita, jangan gadaikan kedaulatan nasional kita untuk kepentingan-kepentingan lain. Apalagi kepentingan-kepentingan orang yang ada di luar negara kita," ujar Hasan di Jakarta, Selasa (3/6/2025). Hasan menjelaskan bahwa Prabowo hanya menyoroti segelintir oknum dalam LSM yang menyebarkan isu tidak benar dan berpotensi merusak kesatuan bangsa, bukan menggeneralisasi seluruh organisasi masyarakat sipil. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap menghargai peran banyak LSM dan NGO yang konstruktif bagi pembangunan nasional. "Yang ditekankan oleh Bapak Presiden bukan seluruh LSM, bukan LSM secara keseluruhan. Tapi kelompok-kelompok yang selama ini merongrong persatuan, kelompok-kelompok yang selama ini mendiskreditkan pemerintah dengan menyebarkan isu-isu yang tidak benar, kelompok-kelompok yang mungkin selama ini juga diindikasikan mengadu domba, memecah belah persatuan kita," imbuhnya. Menurut Hasan, sebagai kepala negara, Prabowo memiliki akses terhadap informasi intelijen yang valid mengenai kelompok-kelompok tersebut. Ia juga menyebut Presiden belajar dari pengalaman panjang dalam perjalanan sejarah bangsa, yang menurutnya tak luput dari pengaruh kekuatan asing. Sebelumnya, saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Senin (2/6/2025), Presiden Prabowo menyerukan pentingnya persatuan di tengah upaya pecah belah dari kekuatan asing. "Saya mengajak sekali lagi seluruh rakyat Indonesia bersatu. Perbedaan jangan menjadi sumber gontok-gontokan ini selalu yang diharapkan oleh kekuatan-kekuatan asing yang tidak suka Indonesia kuat, tidak suka Indonesia kaya," ujar Prabowo dalam pidatonya. Ia menyoroti adanya pembiayaan LSM oleh pihak luar yang mengklaim bergerak di bidang demokrasi, HAM, dan kebebasan pers, namun menurutnya menjalankan agenda versi mereka sendiri. "Ratusan tahun mereka adu domba kita sampai sekarang, dengan uang, mereka membiayai LSM-LSM untuk mengadu domba kita. Mereka katanya adalah penegak demokrasi, HAM, kebebasan pers, padahal itu adalah versi mereka sendiri," ungkap Prabowo. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.