Hari Raya Nyepi, Ini Rangkaian Upacara Adat yang Biasa Dilakukan Masyarakat di Bali
Rangkaian upacara menjelang Nyepi dimulai dengan Melasti yang diadakan tiga sampai dua hari sebelum Hari Raya Nyepi. Dalam upacara ini, umat Hindu akan melakukan arak-arakan ke sumber air sakral seperti laut, danau, dan mata air. Benda sakral/sarana persembahyangan dari Pura pun ikut dibawa dalam arak-arakan ini. Umat Hindu juga akan membawa sesajen dari berbagai hasil bumi dan hewan ternak untuk dilarung atau dipersembahkan ke tiga dewa yakni Wisnu, Siwa, dan Brahma.
Pada proses upacara, pemuka agama Hindu akan memercikkan air suci ke kepala peserta. Air suci yang disebut Angemet Tirta Amerta ini diambil dari laut, danau, atau mata air yang diyakini sebagai sumber kehidupan. Kegiatan ini dilakukan sebagai simbol penyucian diri dari segala bentuk pikiran, perkataan, dan perbuatan kotor.
Upacara Melasti
Tawur Kesanga dan Pengrupukan/Mecaru Tawur Kesanga dilakukan sehari sebelum Hari Raya Nyepi di mana umat Hindu akan menyiapkan berbagai macam sesajen di rumah. Pada hari yang sama, dilaksanakan pula Pengrupukan/Mecaru yaitu menaburkan Nasi Tawur di sekeliling rumah sembari memukul kentongan sampai gaduh. Ritual ini bertujuan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar agar tidak mengganggu umat.
Kegiatan ini juga diwarnai dengan pawai ogoh-ogoh yang ikonik di kalangan wisatawan. Ogoh-ogoh adalah boneka berukuran besar yang terbuat dari bubur kertas dan rangka bambu, kemudian dihias sedemikian rupa sebagai sosok menyeramkan. Ogoh-ogoh digunakan untuk merepresentasikan sifat buruk manusia. Pada akhir pawai, ogoh-ogoh tersebut akan dibakar.
Ngembak Geni
Selepas berdiam diri selama Nyepi, keesokan harinya umat Hindu di Bali akan melaksanakan tradisi bernama Ngembak Geni. Dalam tradisi ini, umat Hindu akan saling mengunjungi tetangga dan keluarga untuk saling memaafkan. Tujuan tradisi ini adalah untuk bersyukur dan membuka lembaran baru yang bersih. Ngembak Geni adalah penutup rangkaian upacara Nyepi.@nia/berbagai sumber
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!