Update Harga Pangan Nasional: 12 Komoditas Strategis Terbaru Menurut BI
VISI.NEWS | BANDUNG - Harga pangan nasional kembali menjadi perhatian masyarakat setelah Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat sejumlah komoditas utama mengalami variasi harga di tingkat pedagang eceran. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Bank Indonesia pada Sabtu (14/3/2026) pukul 09.43 WIB, beberapa komoditas seperti cabai rawit merah, daging ayam ras, hingga beras masih berada pada kisaran harga tertentu di pasar nasional.
Data harga pangan tersebut bersumber dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola oleh Bank Indonesia. Sistem ini menjadi salah satu rujukan utama untuk memantau perkembangan harga berbagai komoditas pangan strategis di Indonesia.
Berdasarkan data yang dilansir di Jakarta, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp84.550 per kilogram (kg) di tingkat pedagang eceran secara nasional. Angka tersebut menempatkan cabai rawit merah sebagai salah satu komoditas dengan harga relatif tinggi dibandingkan beberapa komoditas pangan lainnya.
Selain cabai rawit merah, harga pangan nasional untuk komoditas daging ayam ras juga tercatat berada pada angka Rp41.950 per kilogram. Komoditas ini menjadi salah satu bahan pangan utama yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.
Data PIHPS juga menunjukkan bahwa harga pangan untuk komoditas bawang merah tercatat sebesar Rp44.100 per kilogram, sedangkan bawang putih berada pada kisaran Rp40.500 per kilogram.
Pergerakan harga pangan pada komoditas sayuran dan rempah tersebut menjadi perhatian karena kedua komoditas tersebut termasuk bahan pokok dalam kebutuhan rumah tangga dan sektor kuliner.
Harga Beras dalam Data Harga Pangan Nasional
Beras sebagai salah satu komoditas pangan utama juga tercatat dalam laporan harga pangan nasional yang dirilis oleh PIHPS. Data menunjukkan bahwa beras kualitas bawah I berada pada harga Rp14.500 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas bawah II juga berada pada harga Rp14.500 per kilogram. Harga tersebut menunjukkan stabilitas pada kategori beras kualitas bawah dalam sistem harga pangan nasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!