Harga Emas Dunia Naik 3 Hari Beruntun, Tembus US$3.376 per Troy Ons
VISI.NEWS | JAKARTA - Harga emas dunia kembali menunjukkan taringnya pada Selasa (5/8/2025), harga emas di pasar spot tercatat menguat tipis sebesar 0,1% menjadi US$3.376,91 per troy ons, memperpanjang tren positif selama tiga hari berturut-turut.
Pada perdagangan sebelumnya, Senin (4/8/2025), emas sudah naik 0,31% ke level US$3.373,06, level tertinggi sejak 23 Juli lalu. Dalam tiga hari terakhir, penguatan totalnya telah mencapai sekitar 3%.
Lonjakan harga emas ini dipicu oleh ekspektasi kuat terhadap pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), yang kini semakin menguat setelah rilis data ekonomi AS yang mengecewakan.
"Peluang penurunan suku bunga di bulan September semakin kuat sekarang, dan bahkan lebih kuat lagi untuk penurunan suku bunga berikutnya di bulan Desember. Hal itu, ditambah dengan hambatan inflasi, menurut saya cukup bullish untuk emas," ujar Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, seperti dikutip dari CNBC Indonesia.
Pekan lalu, data menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja AS lebih lemah dari perkiraan pada Juli, sementara jumlah penggajian non-pertanian (NFP) untuk dua bulan sebelumnya direvisi turun sebesar 258.000 pekerjaan, menunjukkan penurunan tajam dalam kondisi pasar tenaga kerja. Selain itu, tolok ukur pilihan The Fed, data inflasi PCE AS, meningkat 0,3% pada bulan Juni setelah kenaikan 0,2% yang direvisi naik pada bulan Mei karena tarif mulai menaikkan biaya beberapa barang.
Menurut perangkat CME FedWatch, para pedagang sekarang melihat peluang penurunan suku bunga pada bulan September sebesar 87,8%, naik dari lebih dari 63% seminggu yang lalu.
Emas batangan biasanya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Menurut Perwakilan Dagang Jamieson Greer dalam komentar yang disiarkan pada hari Minggu, tarif yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump pekan lalu terhadap sejumlah negara kemungkinan akan tetap berlaku alih-alih dipotong sebagai bagian dari negosiasi yang berkelanjutan. Presiden AS Donald Trump juga telah menetapkan tarif baru terhadap sejumlah negara sebagai bagian dari kebijakan dagang terbarunya. Perintah eksekutif tersebut mencakup bea masuk sebesar:- 35% untuk barang dari Kanada
- 50% untuk Brasil
- 25% untuk India
- 39% untuk Swiss
- 20% untuk Taiwan
Langkah ini, menurut Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, kemungkinan besar akan tetap diberlakukan sebagai bagian dari strategi negosiasi perdagangan jangka panjang.
Kombinasi antara tarif perdagangan baru, tekanan inflasi, serta ekspektasi pelonggaran moneter oleh The Fed menjadi fondasi kuat yang mendukung reli harga emas saat ini. @jr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!