Harga Bitcoin Hari Ini 5 Juli 2025 Melemah, Mayoritas Masuk Zona Merah
VISI.NEWS | BANDUNG - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada Sabtu (5/7/2025). Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali berada di zona merah.
Dikutip berdasarkan data dari Coinmarketcap, Sabtu (5/7/2025), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali melemah. Bitcoin turun 1,34% dalam 24 jam, tetapi masih menguat 0,97% sepekan.
Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 108.224,73 per koin atau setara Rp 1,751 miliar (asumsi kurs Rp 16.192,10 per USD).
Ethereum (ETH) kembali melemah. ETH merosot 3,01% sehari terakhir dan naik 3,90% sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 40,71 juta per koin.
Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) turut melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB turun 1,31%, tetapi masih menguat 1,34% sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 10,60 juta per koin.
Kemudian Cardano (ADA) masih berada di zona merah. ADA turun 4,45% dalam sehari dan menguat 2,75% sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 9,32 per koin.
Adapun Solana (SOL) masih melemah. SOL ambles 2,96% dalam sehari, tetapi masih menguat 4,24% sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 2,40 juta per koin.
XRP masih berada di zona hijau. XRP naik 1,87% dalam 24 jam dan naik 3,41% sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 35,91 per koin.
Koin Meme Dogecoin (DOGE) juga kembali melemah. Dalam satu hari terakhir DOGE turun 4,95%, tetapi masih menguat 1,31% sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 2,65 per token.
Harga kripto hari ini stablecoin Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) sama-sama mengalami penurunan tipis. USDT melemah 0,02% ke posisi USD 1.00 dan USDC melemah 0,01% ke posisi USD 0.9998.
Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 3,33 triliun atau setara Rp 53.932 triliun, turun sekitar 1,67% dalam sehari terakhir.
Kapan Bitcoin Cetak Rekor Lagi?
Target Selanjutnya: USD 140.000?
Untuk bisa menyamai rekor puncak siklus sebelumnya, Bitcoin diperkirakan harus naik ke level USD 140.000 atau Rp 2,26 miliar. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 107.000 atau 1,73 miliar. Namun, menjelang kuartal ketiga tahun ini (Q3 2025), para pelaku pasar mulai bersiap menghadapi periode yang biasanya lebih tenang. Menurut analis kripto Daan Crypto Trades, Q3 dikenal sebagai periode dengan pergerakan harga yang lambat dan volume perdagangan yang rendah, terutama selama bulan-bulan musim panas. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tapi juga Ethereum. Likuiditas pasar cenderung turun, membuat kuartal ketiga menjadi periode 'lesu' dalam siklus tahunan kripto. Meski demikian, Daan menekankan bahwa periode lambat ini justru sering menjadi saat munculnya narasi baru yang bisa memicu pergerakan selanjutnya. Hal ini juga sejalan dengan pandangan analis Bitfinex, yang menilai bahwa tren bullish Bitcoin belum berakhir, meski kuartal ini diprediksi bergerak lebih lambat.Momentum Pasar Mulai Melemah?
Indikator lain yang perlu dicermati adalah Skor Bull Bitcoin, yang saat ini berada di level netral 50. Indikator ini digunakan untuk mengukur kekuatan tren naik (bullish) di pasar. Agar tren naik bisa berlanjut, skor ini idealnya berada di atas 60. Sebaliknya, skor di bawah 40 menandakan kecenderungan pasar bearish. Dengan skor saat ini di angka 50, kondisi pasar Bitcoin masih berada di tengah-tengah belum cukup kuat untuk mendukung reli baru, tetapi juga belum masuk ke fase penurunan besar. @desiBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!