Hamas Mengecam Keras Rencana Trump Kuasai Gaza
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 16 Mei 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | GAZA - Kelompok Hamas mengecam tajam pernyataan kontroversial mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan keinginan agar AS mengambil alih Jalur Gaza dan mengubahnya menjadi 'zona kebebasan'. Hamas menyebut gagasan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap hak rakyat Palestina atas tanah air mereka.
"Gaza merupakan bagian integral dari tanah Palestina. Gaza bukan real estate untuk dijual di pasar terbuka," tegas Basem Naim, pejabat senior Hamas, seperti dikutip AFP, Jumat (16/5/2025).
Ia menambahkan, Hamas tetap berkomitmen mempertahankan tanah dan tujuan nasional Palestina, bahkan siap berkorban demi masa depan rakyatnya.
Pernyataan Trump disampaikan saat kunjungan ke Qatar sebagai bagian dari turnya ke Timur Tengah.
"Saya memiliki konsep untuk Gaza yang menurut saya sangat bagus, menjadikannya zona kebebasan, membiarkan Amerika Serikat terlibat dan menjadikannya sebagai zona kebebasan," ujar Trump, Kamis (15/5/2025).
Gagasan ini mengingatkan pada pernyataan Trump sebelumnya pada Februari 2025, saat ia menyarankan pemindahan paksa 2,3 juta warga Gaza ke Mesir atau Yordania, serta mengembangkan Gaza menjadi kawasan wisata. Usulan tersebut memicu kemarahan luas di kalangan warga Palestina, yang menegaskan bahwa Gaza adalah rumah mereka dan tidak bisa dipindah atau dijadikan proyek geopolitik. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!