Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Hamas Kecam Israel atas Penundaan Pembebasan Tahanan Palestina

Desi Rossilawati
Minggu, 23 Februari 2025 | 22:00 WIB
Bagikan
Hamas Kecam Israel atas Penundaan Pembebasan Tahanan Palestina
VISI.NEWS | PALESTINA - Hamas mengecam keputusan Israel yang menunda pembebasan tahanan Palestina dalam kesepakatan gencatan senjata Gaza. Hamas menilai Israel hanya mencari dalih untuk menghindari kewajiban mereka, dengan alasan bahwa upacara penyerahan sandera Israel yang dilakukan Hamas dianggap memalukan. Menurut anggota Hamas bidang politik, Ezzat El Rashq, keputusan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, adalah upaya yang disengaja untuk mengganggu perjanjian gencatan senjata. "Keputusan Netanyahu mencerminkan upaya yang disengaja untuk mengganggu perjanjian, merupakan pelanggaran yang jelas terhadap ketentuannya, dan menunjukkan kurangnya keandalan pendudukan dalam melaksanakan kewajibannya," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip Al Arabiya, Minggu (23/2/2025). Sementara itu, Hamas membela upacara pembebasan sandera dengan mengatakan bahwa hal itu bukanlah penghinaan, melainkan justru perlakuan yang manusiawi. "Upacara penyerahan tahanan tidak termasuk penghinaan terhadap mereka, tetapi justru mencerminkan perlakuan manusiawi yang mulia terhadap mereka", kata Hamas, dikutip dari Al Jazeera. Hamas juga mendesak mediator untuk campur tangan dan menekan Israel agar mematuhi ketentuan perjanjian yang telah disepakati. Di sisi lain, keluarga tahanan Palestina yang seharusnya dibebaskan hari ini mengaku kecewa dan marah atas keputusan Israel. Seorang warga, Bassam al-Khatib, menyatakan bahwa tindakan Israel telah mengabaikan standar dan hukum internasional. "Keluarga para tawanan perang berada dalam keadaan marah, sedih, dan dendam, dan para mediator harus melakukan bagian mereka saat mereka mulai menyelesaikannya sehingga keluarga para tawanan perang dapat bersukacita atas pembebasan tawanan perang mereka yang seharusnya dibebaskan hari ini," kata salah satu warga, Bassam al-Khatib. "Anda telah menerima tawanan perang Anda, jadi mengapa menunda penyerahan tawanan perang Palestina kami? Ini adalah sesuatu yang menyakitkan hati, kurangnya komitmen dan mengabaikan semua standar dan hukum internasional, dan mengabaikan negara-negara yang mensponsori perjanjian ini," ungkapnya. Sebelumnya, Netanyahu mengumumkan bahwa Israel menunda pembebasan tahanan Palestina hingga Hamas menghentikan upacara penyerahan sandera Israel. Netanyahu menyebut upacara tersebut sebagai bentuk propaganda yang tidak menghormati para sandera. Sejak gencatan senjata dimulai pada 19 Januari, Hamas telah membebaskan 25 sandera Israel melalui upacara yang dihadiri warga Gaza. Para sandera terlihat diarak di atas panggung, melambaikan tangan, berbicara melalui mikrofon, dan menerima sertifikat dalam bahasa Ibrani sebelum diserahkan kepada Palang Merah. Hingga kini, situasi masih menegang dengan kedua pihak saling tuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.