Hamas Akui Berunding Langsung dengan Pemerintahan Trump
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 17 Mei 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | GAZA - Hamas mengonfirmasi telah mengadakan pembicaraan langsung dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait upaya gencatan senjata di Jalur Gaza. Pengakuan ini disampaikan oleh pejabat senior Hamas, Bassem Naim, dalam wawancara dengan Al Arabiya English yang dirilis Sabtu (17/5/2025).
Menurut Naim, negosiasi tersebut mencakup pertemuan dengan sejumlah perwakilan resmi Amerika, termasuk utusan khusus AS untuk urusan sandera, Adam Boehler. Salah satu pertemuan penting berlangsung pada Maret lalu dan membahas pembebasan sandera Edan Alexander, warga negara AS-Israel.
"Namun yang terpenting, ia akan - pada hari kedua - mewajibkan Israel untuk mengizinkan bantuan masuk ke Gaza, dan ia akan menyerukan perundingan gencatan senjata segera dengan tujuan untuk mengakhiri konflik ini, termasuk pertukaran tahanan," ujar Naim.
Ia mengklaim bahwa dalam pembicaraan tersebut ada pemahaman bahwa Presiden Trump akan merespons langkah itu dengan menekan Israel membuka akses bantuan ke Gaza dan segera memulai perundingan damai. Namun, Hamas menilai Trump tidak menepati janjinya.
"Lihat, musuh kami hanya satu. Yaitu pendudukan Israel. Dan kita telah banyak mendengar tentang visi dan niat Presiden Trump untuk meredakan situasi di banyak wilayah di seluruh dunia. Ia melakukan ini di Ukraina. Ia melakukan ini di Yaman. Ia dengan mengadopsi negosiasi dengan Iran alih-alih berkonflik berdasarkan keinginan Netanyahu," ujar Naim.
"Kami percaya bahwa Presiden Trump dapat melakukannya," sambungnya.
Meskipun demikian, Hamas menyatakan masih percaya pada kemampuan pemerintahan Trump dalam mendorong solusi damai, dan menyebut Trump sebagai pemimpin yang lebih memilih jalur diplomasi dibanding konfrontasi militer.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru menegaskan akan melanjutkan operasi militer besar-besaran di Gaza. Dalam pernyataannya awal pekan ini, Netanyahu menyebut pasukan Israel 'tinggal beberapa hari lagi' untuk menggempur Hamas habis-habisan.
Sementara Washington belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim pertemuan dan negosiasi tersebut. Namun jika dikonfirmasi, ini akan menjadi perkembangan signifikan yang menunjukkan keterlibatan Amerika secara langsung dengan kelompok militan yang oleh Amerika Serikat sendiri ditetapkan sebagai organisasi teroris. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!