AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026

Hama Tikus Gerogoti Harapan Panen Petani di Gumukmas

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Rabu, 10 Juni 2026 | 20:56 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS | JEMBER – Serangan hama tikus yang semakin masif membuat petani di Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, dilanda kekhawatiran. Tanaman jagung dan padi yang menjadi tumpuan penghasilan warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan hama yang terjadi hampir setiap malam.

Salah satu petani di Dusun Krebet, Kecamatan Gumukmas, Agus, mengaku harus menyaksikan hasil kerja kerasnya selama berbulan-bulan rusak dalam waktu singkat. Sejumlah tanaman jagung miliknya ditemukan rebah, rusak, bahkan habis digerogoti tikus.

Menurut Agus, kerusakan tersebut bukan hanya berdampak pada hasil panen, tetapi juga mengancam kebutuhan ekonomi keluarganya, termasuk biaya pendidikan anak dan modal untuk musim tanam berikutnya.

“Setiap pagi kami hanya bisa mengelus dada. Semalam masih bagus, paginya sudah banyak yang rusak. Rasanya sedih sekali melihat hasil kerja berbulan-bulan habis begitu saja,” ujarnya saat ditemui, Rabu (10/6/2026).

Kondisi serupa dialami banyak petani lainnya di wilayah Gumukmas. Serangan hama tikus yang terjadi hampir setiap malam membuat mereka dihantui ketakutan kehilangan hasil panen. Tidak hanya tanaman jagung, lahan padi yang mulai memasuki fase produktif juga menjadi sasaran.

Akibat kondisi tersebu, di sejumlah sudut sawah, para petani kini lebih sering berkumpul membicarakan cara mengusir tikus dibanding membahas hasil panen. Mereka saling bertukar informasi tentang lokasi sarang, memasang jebakan, hingga melakukan gropyokan bersama.

Koordinator BPP Gumukmas, Moerdoso, mengatakan ledakan populasi tikus tahun ini memang menjadi tantangan serius bagi petani. Menurutnya, pengendalian harus dilakukan secara serentak agar hasilnya maksimal.

“Kalau hanya satu atau dua petani yang bergerak, tikus akan berpindah ke lahan lain. Karena itu kami mengajak seluruh petani untuk bersama-sama melakukan pengendalian,” katanya.

Di tengah kekhawatiran yang terus meningkat, tokoh masyarakat sekaligus petani setempat, Moh Subur, mengaku prihatin melihat kondisi yang dialami warga. Ia menilai serangan hama kali ini tidak hanya mengancam hasil pertanian, tetapi juga kehidupan ekonomi keluarga petani.

“Banyak petani menggantungkan penghasilan dari panen musim ini. Ketika tanaman rusak, yang hilang bukan hanya hasil panen, tetapi juga harapan mereka untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.

Menurut Subur, para petani saat ini membutuhkan dukungan nyata agar tidak berjuang sendirian menghadapi serangan hama yang semakin meluas. Ia berharap pemerintah segera turun ke lapangan untuk memberikan bantuan pengendalian dan pendampingan yang dibutuhkan petani.

Sementara itu, menjelang senja, para petani masih terlihat menyusuri pematang sawah untuk memeriksa tanaman mereka. Meski dihantui ancaman gagal panen, mereka tetap bertahan menjaga lahan yang menjadi sumber penghidupan keluarga.

Di balik hamparan hijau pertanian Gumukmas, tersimpan kegelisahan yang sama, harapan agar tanaman yang tersisa dapat diselamatkan dan jerih payah selama berbulan-bulan tidak berakhir sia-sia.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.