Hadir di 58 Tahun Partai Golkar, Jokowi Analogikan Pilpres Seperti ini...
Jokowi menyatakan bahwa dirinya selalu mengikuti Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Jokowi menyakini bahwa Partai Golkar tidak akan sembrono dalam mendeklarasikan calon presiden (capres) yang akan diusung pada Pilpres 2024.
Diungkapkan Presiden dalam pembangunan yang sekarang ini kondisi dunia sedang sulit, bahkan dalam dua tahun ke depan akan lebih sulit lagi. "Sekarang yang sudah 14 negara masuk jadi pasien IMF dan ada 28 negara lagi sudah ngantri di depan pintunya IMF. Diperkirakan nanti ada 66 negara yang akan menjadi pasien IMF. Jadi betul-betul pemimpin ke depan ini kita pilih yang jam terbangnya tinggi. Salah satu yang saya lihat Bapak Airlangga Hartarto," tandasnya.
Alasan yang disampaikan Presiden Jokowi, karena dalam pembangunan itu butuh stabilitas politik dan juga butuh stabilitas keamanan. "Selamat Ulang Tahun ke-58, Dirgahayu Partai Golkar!," pungkasnya.
Pengalaman atasi krisis
Sebelumnya Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pada HUT ke-58 ini sangat membanggakan karena bisa dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo setelah dalam dua tahun sebelumnya hanya dihadiri secara daring akibat pandemi Covid-19.
"Ini merupakan kebanggaan bagi kita semua setelah dua tahun dihadiri secara daring maka tahun ini bapak presiden ada ditengah kita semua," ungkapnya.
Airlangga mengatakan kebijakan presiden tentang gas dan rem dan dalam penanganan Covid-19 telah mampu memulihkan ekonomi nasiaonal dan mendapatkan hasil seperti sekarang ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!