IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Hadir di 58 Tahun Partai Golkar, Jokowi Analogikan Pilpres Seperti ini...

ED
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 06:50 WIB
Bagikan
Hadir di 58 Tahun Partai Golkar, Jokowi Analogikan Pilpres Seperti ini...

VISI.NEWS | JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa 58 tahun Partai Golkar sebuah pengalaman panjang dan sudah banyak makan asam garam. Pernyataannya itu disampaikan saat menghadiri acara peringatan HUT ke-58 Partai Golkar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/10/2022).

"Lima puluh delapan tahun pengalaman yang sangat panjang, banyak makan asam garam dalam perpolitikan Indonesia. Oleh sebab itu saya yakin, saya yakin, Golkar akan dengan cermat, akan dengan teliti, akan dengan hati-hati tidak akan sembrono dalam mendeklarasikan capres 2024. Saya juga meyakini yang akan dipilih oleh Partai Golkar tokoh yang bener silakan tafsirkan sendiri, " ungkapnya disambut tawa ribuan kader yang hadir.

Presiden Jokowi menganalogikan Pemilihan Presiden (Pilpres) itu seperti maskapai penerbangan memilih pilot dan co-pilot. "Penumpangnya banyak sekali, seluruh rakyat Indonesia. Dan Pilpres memilih pilot dan co-pilot. Ini seperti perusahaan airline ingin memilih pilot ada dua calon. Pilot yang pertama ngomong saya akan patuhi hukum penerbangan internasional dan saya akan terbang di atas 30.000 kaki. Yang kedua mengatakan semua penumpang akan didudukan di kelas bisnis dan semua penumpang akan diberikan diskon tiket.

"Bapak ibu akan tertarik yang mana. Kalau sekarang pasti akan memilih yang nomor dua. Sudah didudukkan di kelas bisnis, dapat diskon tiket semuanya," ungkapnya.

Yang memilih nomor dua, kata Jokowi, harus hati-hati, karena cenderung emosional dan kurang informasi karena sebetulnya tawarannya itu tidak masuk akal. Sudah diberi kelas bisnis dapat diskon tiket semuanya.

"Menarik sekali tapi tidak masuk akal. Artinya, jangan sembarangan menentukan calon pilot dan co-pilot yang akan dipilih oleh rakyat. Jangan sembarangan memilih calon presiden dan calon wakil presiden.

"Tapi jangan terlalu lama-lama. Saya denger-denger dan saya melihat tiap hari Pak Erlangga berangkulan terus dengan Pak Mardiono dari PPP dan Pak Zulkifli Hasan dari PAN. Jangan hanya rangkul-rangkulan terus. Tapi saya yakin sebentar lagi pasti akan di deklarasi," ujarnya, lagi-lagi disambut tawa dari yang hadir.

Jokowi menyatakan bahwa dirinya selalu mengikuti Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Jokowi menyakini bahwa Partai Golkar tidak akan sembrono dalam mendeklarasikan calon presiden (capres) yang akan diusung pada Pilpres 2024.

Diungkapkan Presiden dalam pembangunan yang sekarang ini kondisi dunia sedang sulit, bahkan dalam dua tahun ke depan akan lebih sulit lagi. "Sekarang yang sudah 14 negara masuk jadi pasien IMF dan ada 28 negara lagi sudah ngantri di depan pintunya IMF. Diperkirakan nanti ada 66 negara yang akan menjadi pasien IMF. Jadi betul-betul pemimpin ke depan ini kita pilih yang jam terbangnya tinggi. Salah satu yang saya lihat Bapak Airlangga Hartarto," tandasnya.

Alasan yang disampaikan Presiden Jokowi, karena dalam pembangunan itu butuh stabilitas politik dan juga butuh stabilitas keamanan. "Selamat Ulang Tahun ke-58, Dirgahayu Partai Golkar!," pungkasnya.

Pengalaman atasi krisis

Sebelumnya Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pada HUT ke-58 ini sangat membanggakan karena bisa dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo setelah dalam dua tahun sebelumnya hanya dihadiri secara daring akibat pandemi Covid-19.

"Ini merupakan kebanggaan bagi kita semua setelah dua tahun dihadiri secara daring maka tahun ini bapak presiden ada ditengah kita semua," ungkapnya.

Airlangga mengatakan kebijakan presiden tentang gas dan rem dan dalam penanganan Covid-19 telah mampu memulihkan ekonomi nasiaonal dan mendapatkan hasil seperti sekarang ini.

"Partai Golkar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, para tenaga kesehatan, TNI dan Polri dan para relawan yang telah bekerja siang malam, mempertaruhkan nyawa keluarganya demi nyawa bangsa kita," ungkapnya.

Hasilnya, kata Airlangga, tren pertumbuhan ekonomi kita positip di triwulan kedua mencapai 5,44 persen. Angka tertinggi kedua di negara yang tergabung G20 setelah Arab Saudi. "Partai Golkar terus mendorong denyut perekonomian tumbuh, Partai Golkar menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas usaha yang tinggi para pengusaha mikro kecil dan menengah, para pedagang pasar, kaki lima, para perajin, pemilik warung yg pantang menyetah meneruskan usahanya," ujarnya.

Pengalaman 58 tahun membangun negeri, katanya, telah mampu mengatasi berbagai krisis yang dihadapi bangsa Indonesia. Baik itu krisis tahun 1998, tahun 2008 dan krisis akibat Covid-19 yang baru berlalu. "Dengan kebersama semua pemangku kepentingan dapat mengantisipasi dampak ekonomi dunia," ujarnya.@mpa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.