Hadapi Dampak El Nino, Pemkot Bandung Gencarkan "Buruan Sae"

ED
Rabu, 23 Agustus 2023 | 07:03 WIB
Bagikan
Hadapi Dampak El Nino, Pemkot Bandung Gencarkan "Buruan Sae"

Hasil Buruan Sae biasanya mereka jual ke warga sekitar. Sebab menurut Deny, peminatnya memang banyak dari kelompok berkebun sendiri atau warga sekitar.

"Itu pun sudah langsung habis sama warga di sini. Biasanya panen dua bulan sekali, seperti kangkung dan pakcoy. Itu kalau kita jual semua hasil sayurannya bisa dapat sekitar Rp100.000-Rp200.000," ungkapnya.

Ia mengaku, kebermanfaatannya sangat dirasakan warga sekitar. Melalui hasil Buruan Sae, pihak RW bisa membantu PKK untuk penuntasan stunting.

"Meski memang di wilayah kami tidak ada yang stunting, tapi ini sebagai bentuk pencegahan. Minimal memberi bantuan pangan hasil sayuran dan lele. Kadang kita bagikan juga telur," ucap Deny.

Selain kepada yang membutuhkan, ia juga memberikan hasil Buruan Sae kepada warga yang aktif dalam pemilahan sampah sebagai reward untuk mereka.

Merespon program tersebut, Lurah Sukamiskin, Farida Agustin mengatakan, Buruan Sae menjadi salah satu program andalan di wilayahnya. Bahkan, melalui program Buruan Sae, Kelurahan Sukamiskin bisa menyabet Juara 1 Kelurahan Terbaik se-Jawa Barat.

"Buruan Sae ini juga merupakan upaya kami untuk mencegah stunting. Kita lakukan penanaman sayur mayur pertanian di lahan tidur. Hasil panen digunakan untuk kebutuhan masyarakat sekitar," kata Farida.

Ia menyebutkan, secara keseluruhan, angka rentan stunting di Sukamiskin pada tahun 2022 tercatat ada 94 anak. Angka ini menurun dari tahun 2021 yakni sebanyak 202 anak.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.