H. Sugianto : Bank Bjb Selamatkan Pemkab Bandung dengan Hati-hati Mengeluarkan Pinjaman Bergulir
VISI.NEWS | SOREANG - Ketua DPRD Kabupaten Bandung H. Sugianto mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman melalui Badan Anggaran (Bangar) terkait pinjaman bergulir yang dananya bersumber dari Bank Bjb. "Fraksi Fraksi sepakat terhadap perguliran dana pinjaman non permanen. Permodalan ini tentu akan dilakukan pendalaman di badan anggaran (Bangar) nanti," ujarnya saat kepada VISI.NEWS seusai Rapat Paripurna Masa Sidang 1 di Soreang, Kamis (17/11/2022).
DPRD Kabupaten Bandung siang tadi melaksanakan rapat paripurna terkait Nota Pengantar Bupati Bandung terhadap Raperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Penyertaan Modal Non Permanen berupa pinjaman dana bergulir kepada masyarakat.
Pria yang biasa disapa H. Sugih ini mengatakan bahwa terkait adanya kendala penyaluran bantuan modal usaha tanpa agunan dari bank Bjb akan dilakukan pengecekan lebih lanjut mengenai indikator-indikator apa saja yang menjadi persyaratan penyaluran pinjaman bergulir itu.
"Perbankan itu ada aturan main yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selama proses yang dilakukan di bank manapun mau Bjb atau BPR terutama dalam program bergulir ini harus mengikuti aturan main yang ada di OJK, di luar itu bisa jadi masalah nantinya. Maka, saya harus menghitung dan mempelajari apakah justru bank Bjb menyelamatkan Pemda dengan hati hati memberikan penyaluran kepada masyaraka. Dulu di OJK itu ada BI Checking sekarang ada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), oleh karenya kita harus cross check terlebih dahulu ," tambahnya.
Selain itu ia mangatakan kita harus super berhati-hati terhadap anggaran daerah dalam penyaluran bantuan. "Sehingga nanti kalau begitu saja disalurkan ternyata dampaknya tidak jelas, uangnya amblas siapa yang akan tanggung jawab? Saya yakin nanti ini alasannya tidak bisa bayarkan dan sebagainya klasik, karenanya bantuan ini diharapkan mampu mendongkrak dan memajukan perekonomian masyarakat untuk lebih baik lagi. Masyarakat bisa lebih meningkat kesejahteraan ekonominya dengan diberikan stimulus oleh pemerintah daerah, jangan sampai usahanya bangkrut dan ekonominya malah memburuk," tutur Sugih.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!